Seminar Nasional Pasar Modal Syariah

Pemberian Cindramata Kepada Narasumber dari MUI Malang Bapak Drs. KH. Chamzawi M.HI.

Kuliah Tamu Manajemen

Bersama pimpinan manajemen dan pemateri kuliah tamu dengan tema menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif dan mandiri.

Ekonomi Kreatif

Narasumber dalam rangka Turba PCNU Kota Malang Tematik terkait ekonomi kreatif di MWC NU Lowokwaru Ranting Dinoyo

Seminar Nasional

Narasumber Seminar Nasional Economic Outlook, Prospects And Future Of The Indonesian Economy,(Bersama Ketua Komisi C DPRD tk 1 Jatim)di FE UNUSIDA Sidoarjo.

Penyuluhan UMKM

Narasumber Penyuluhan terkait administrasi sederhana UMKM di Desa Sutojayan Kabupaten Malang.

Minggu, 05 April 2020

Layakkah Saham Perbankan Juara 2019 Dibeli Lagi

Oleh : Abdul Wahab Lubis     (17510054)
Dosen Pengampu : M. Nanang Choiruddin ,SE.,ME
 
Angka kasus positif Corona di Indonesia terus meningkat. Per hari ini Sabtu 4 April 2020, pemerintah mengkonfirmasi ada 2.092 kasus. "Jumlah total menjadi 2.092 kasus positif akumulatif," ujar juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan live melalui akun YouTube BNPB, Sabtu (4/4/2020).

"Jaga jarak (Physical Distancing) dan mencuci tangan adalah kunci untuk memutus mata rantai penyebaran corona. Penting untuk masyarakat mencuci tangan sebelum makan, minum, dan menyentuh wajah," kata Yuri dalam konferensi pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, baru-baru ini.

Dengan adanya kebijakan physical distancing, masyarakat dihimbau untuk mengurangi bahkan meniadakan aktivitas kesehariannya dan diharapkan untuk work from home, learn form home, dan pray from home. Kebijakan itu tentu akan berdampak pada seluruh sektor yang ada tak terkecuali membuat lesunya sektor perekonomian warga Indonesia karena terdapat pembatasan pergerakan masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. Bahkan, semua negara memproyeksikan penurunan pertumbuhan ekonominya akibat pandemi virus Corona. Bahkan, dalam skenario terburuk, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa minus 0,4 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia cukup terhantam keras dengan penyebaran virus Corona. Tidak hanya kesehatan manusia, virus ini juga mengganggu kesehatan ekonomi di seluruh dunia. Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), kata Ani, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam skenario terburuk bisa minus 0,4 persen. “Pertumbuhan ekonomi kita berdasarkan assessment yang tadi kita lihat, BI, OJK, LPS, dan kami memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan turun ke 2,3 persen, bahkan dalam skenarionya yang lebih buruk, bisa mencapai negatif 0,4 persen,” ungkapnya dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu (1/4).

Untuk itu, Menkeu menyampaikan banyak negara emerging dan low income country akan dihadapkan pada likuiditas foreign exchange dan sekarang sedang dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan mendukung apa yang disebut direct swap line dari IMF kepada semua negara di dunia yang mengalami capital flight. Menurutnya, hal ini adalah unprecendented yang artinya belum pernah terjadi dan akan menjadi salah satu terobosan untuk mencegah negara-negara yang sebetulnya tadinya tidak mengalami masalah sekarang akan mengalami risiko dari sisi foreign exchange maupun likuiditasnya. “Di bidang perbankan, banyak dilakukan relaksasi. Di bidang fiskal, banyak semua negara melakukan instrumen dan intervensi fiskal. Pertama, semuanya adalah berfokus kepada masalah kesehatan,” tambahnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terperosok cukup dalam akibat memburuknya sentiem pelaku pasar di tengah pandemik Covid-19. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot sudah terdepresiasi 8,38% ke level Rp16.500 per dolar AS dalam sepekan terakhir. Pada 23 Maret 2020, rupiah bahkan menyentuh angka Rp16.650 per dolar AS. Terakhir kali rupiah tecatat di level ini pada Juni 1998 saat krisis moneter melanda Indonesia (tirto.id, 2020). 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, per 27 desember 2019 di tengah kenaikan indeks tersebut, ternyata ada lima saham yang memberikan return sangat fantastis dua diantaranya adalah sham perbankan  yakni:  PT bank tabungan pensiunan nasional syariah Tbk (BTPS), saham anak usaha PT Bank BTPN Tbk (BTPN) ini menguat 134,54% di level Rp 4.210/saham, dengan nilai transaksi Rp 24,04 triliun dan volume perdagangan 9,15 miliar saham.  PT bank permata Tbk (BNLI) , Isu divestasi saham Bank Permata oleh oleh pemegang sahamnya yakni Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk (ASII) menjadi pemantik investor mengincar saham ini. Harga saham BNLI melesat 101,60% di level 1.260/saham, nilai transaksi Rp 14,37 triliun dan volume perdagangan 13,87 miliar saham. 

Berdasarkan data performa harga RTI bussines dengan rentang waktu 5 Maret sampai 4 April terjadi depresiasi  harga 55.54% pada BTPS. Dan deprisiasi harga 15,97 % pada BNLI. Hal ini disebabkan BTPS yang fokus pada pembiayaan mikro. Sepanjang tahun lalu, segmen wholesale banking memang jadi salah satu andalan Bank Permata yang mencatat pertumbuhan portofolio kredit 8,5% (yoy). 

Sesuai pemaparan dari Bu menteri keuangan kondisi sekarang berdampak pada likuiditas perbankan. Dampak likuiditas menjadi alasan para investor untuk menarik investasinya. Meskipun, BTPS dan BNLI sepanjang 2019 menorehkan pertumbuhan harga saham diatas 100%. 

Hemat penulis pertumbuhan defisit foreign flow yang terjadi semenjak awal bulan maret berdasarkan pemaparan gubernur BI, berasal dari ketidakpercayaan investor akan penanganan Pandemi covid 19 di Indonesia. Sependek pengetahuan penulis, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 tergantung dari bagaiman efektifitas kebijakan moneter dan fiskal menstimulus perekonomian Indonesia. 

Berdasarkan data-data yang dipaparkan penulis merekomendasikan untuk menghindari saham perbankan dan memperhatikan  penyaluran kreditnya. Pada kondisi seperti ini sektor kesehatan dan telekomunikasi akan menjadi primadona. Dan sektor leisure dan transportasi akan terkena imbas negative tertinggi.     

Daftar Pustaka

Update corona 4 april kasus positif di indonesia jadi 2092, https://news.detik.com/berita/d-4965209/update-corona-4-april-kasus-positif-di-indonesia-jadi-2092, diakses 04 April 2020

Kenapa physical distancing selama 14 hari itu penting, https://lifestyle.okezone.com/ read/2020/03/30/481/2191316/kenapa-physical-distancing-selama-14-hari-itu-penting, diakses 04 April 2020

Menkeu dampak covid 19 pertumbuhan ekonomi indonesia 2020 bisa minus 0-4 persen,  https://www.voaindonesia.com/a/menkeu-dampak-covid-19-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-0-4-persen/5355838.html, diakses 04 April 2020. 

Komentar sri mulyani soal dampak covid 19 ke ekonomi RI,  https://economy.okezone.com/ read/2020/03/28/20/2190520/komentar-sri-mulyani-soal-dampak-covid-19-ke-ekonomi-ri?page=3, diakses 04 April 2020.

Harga dolar mendekati 17000 rupiah industri bisa berdarah darah, https://tirto.id/harga-dolar-mendekati-17000-rupiah-industri-bisa-berdarah-darah-eHwk, diakses 04 April 2020.

5 saham paling cuan tahun 2019 pemenangnya adalah, https://www.cnbcindonesia.com/ market/20191229214522-17-126364/5-saham-paling-cuan-tahun-2019-pemenangnya-adalah/1, diakses 05 April 2020.

Ini sejumlah sektor industri yang jadi andalan ekspansi kredit perbankan, https:// keuangan.kontan.co.id/news/ini-sejumlah-sektor-industri-yang-jadi-andalan-ekspansi-kredit-perbankan?page=all, diakses 05 April 2020.

RTI bussines, diakses 05 April 2020.

PELUANG INVESTASI SAHAM SAAT COVID-19 (KORONA) MERAJALELA ? MALAH MENGUNTUNGKAN? INI ALASANNYA

Oleh : Halimatuz Zahroh Tri Faul (18510079), Analisis Sekuritas
Dosen Pembimbing : M.Nanang Choiruddin., SE., MM

Pada beberapa bulan terakhir seluruh negara sedang disibukkan dengan penanggulangan dan pencegahan virus covid-19 (Corona), begitupun dengan indonesia dilansir dari situs resmi pemerintah terkait infografis kasus virus corona (covid 19.go.id) jumlah kasus positif  virus corona yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia hingga saat ini mencapai 1.986 jiwa dengan total pasien sembuh 134 jiwa dan meninggal dunia 181 jiwa. Dalam skala dunia Indonesia berada di peringkat 35 dengan jumlah kasus meninggal dunia sebanyak 181 jiwa hingga saat ini.  

Hal tersebut tentu berdampak pada segala aspek termasuk dalam aspek ekonom. Pemerintah dan otoritas terkait kian gencar memberikan stimulus dan relaksasi demi mengurai hambatan ekonomi yang muncul dari pandemi ini. Mulai dari pengaturan mekanisme pasar keuangan hingga beragam insentif untuk sektor riil Kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global bahkan berdampak pada potensi penurunan pendapatan perusahaan serta minat investasi. Terpantau dari data IHSG yang bersumber dari IDX COMPOSITE IHSG bergersk fluktustif, sejak tanggal 04 Maret 2020 pergerakan IHSG sudah mengalami penurunan meskipun pada tanggal 10 maret 2020 sempat mengalami kenaikan dan penurunan kembali. Harga terendah terjadi pada tanggal 24 maret 2020 dimana harga saham gabungan berhenti diangka Rp.3.937.63.


 Sumber: idx.co.id

Berdasarkan data IHSG tersebut kasus Covid-19 berimbas pula pada kondisi pasar modal. Dimana pada grafik tersebut bisa dilihat bahwa IHSG mengalami penurunan pada tanggal-tanggal tertentu sejak diumumkannya kondisi siaga pada beberapa provinsi di Indonesian mengingat Pasar Modal Indonesia merupakan salah satu pasar modal tujuan investasi bagi investor di negara-negara maju (developed markets) yang dikenal sebagai emerging market (Morgan Stanley dalam rudy chandra ,2010).

Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan investasi yang masuk ke Indonesia merosot akibat penyebaran virus corona dari Wuhan, China. Alasannya, China merupakan negara terbesar kedua yang berinvestasi di Indonesia. Berdasarkan keadaan tersebut banyak investor yang menimbang-nimbang ulang strategi investasi harus dilakukan. Perencana keuangan dari OneShildt Financial Planning Budi Raharjo mengatakan bahwa jurus yang tepat dalam melakukan investasi adalah dengan melihat kembali apa tujuan yang ingin dicapai.langkah pertama yang tepat dilakukan yakni dengan menentukan tujuan investasi apakah jangka panjang, atau jangka pendek, apabila tujuan investasinya adalah jangka pendek seperti untuk dana pendidikan anak yang sudah dekat, maka disarankan untuk lebih baik memindahkan instrumen investasi ke sarana yang lebih aman. Misalnya, instrumen seperti pasar uang atau deposito yang memiliki risiko lebih rendah.

Dalam kondisi seperti ini tentunya banyak harga saham yang bergerak anjlok, hal tersebut bisa dijadikan saat yang paling tepat untuk membeli saham namun tetap dengan pertimbangan analisis teknikal dan fundamental. Dikutip dari data salah satu platform jual beli reksa dana online, Bareksa, ditengah menurunnya pasar saham dan finansial global atau tata dana kelolaan marketplace financial bareksa masih terus bertumbuh bahkan pada 15 Maret 2020 total dana kelolaan sudah tembus mencapai Rp.2 Triliun lebih. Aksi beli jika dilakukan dengan tepat serta pengetahuan yang memadai maka akan sangat berpeluang untuk mengahasilkan keuntungan meskipun ditengah kondisi yang tidak stabil seperti saat ini. Secara historis terdapat sektor-sektor yang bisa dijadikan pertimbangan untuk keputusan investasi ditengah kondisi mengkhawatirkan seperti saat ini yaitu sektor kesehatan dan sektor konsumer.

Langkah yang juga bisa dilakukan yakni diversifikasi. Saat ini telah banyak instrumen investasi lain selain saham, obligasi, ataupun reksadana. Diversifikasi investasi bisa melalui investasi alternatif yang marak ditawarkan oleh platform-platform fintech misalnya seperti Equity Crowdfunding (ECF), Project Financing dan Peer-to-Peer (P2P). Namun, pastikan investor untuk berinvestasi hanya di produk investasi dan penyelenggara yang menyediakan produk investasi yang telah terdaftar dan mendapatkan izin dari OJK. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, bahwa sudah waktunya investor domestik memegang kendali pasar modal dalam negeri. Seluruh investor domestik perlu bahu membahu agar bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Karena belajar dari pengalaman terdahulu, jika IHSG tertekan karena kondisi kejadian luar biasa seperti wabah ini, nantinya pasti akan terjadi pemulihan atau recovery. Seperti kata pepatah, Badai Pasti Berlalu.

Daftar Pustaka
Chandra, Rudy., 2010. Analisis Pemilihan Saham oleh Investor Asing di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi
Stewart G Bennet.2009, EVA Momentum :The One Ratio That Tells The Whole Story. Journal of Applied Corporate Finance , Vol 21 No 2, pp 74-86, A Morgan Stanley Publication.Spring
Harianto, Farid dan Sudomo, Siswanto. (1998). Perangkat dan Teknik Analisis Investasi di Pasar Modal Indonesia. Jakarta: Bursa Efek Jakarta
Markowitz, Harry. (1952). Portfolio Selection. The Journal of Finance, Vol. 7, No. 1
www.liputan6.com (diakses pada 03 April 2020)
www.idx.co.id (diakses pada 03 April 2020)
www.covid-19.go.id (diakses pada 03 April 2020)
www.tempo.com (diakses pada 03 April 2020)

DAMPAK WABAH CORONA TERHADAP PORTOFOLIO SAHAM

Oleh : Velia  Athaya  Wibowo / 17510055, Mata  Kuliah : Analisis  Sekuritas  H
Dosen  Pembimbing : M. Nanang  Choiruddin,SE,. MM
 
Sebelum  saya  menjelaskan  dampak  virus  corona  terhadap  portofolio  saham,  apa  kalian mengerti  portofolio  saham?  Nah, disini  saya  akan  menjelaskan  Portofolio  merupakan  adanya minimum  dua  barang  atau  lebih  yang  dipegang  oleh  investor  atau  dikelolanya. Portofolio secara  umum  berarti  suatu  kombinasi  dari  investasi  sejumlah  asset  dengan  tingkat  keuntungan  dan  risiko  yang  berbeda – beda  dalam  jangka  waktu  tertentu. Pembentukan portofolio  merupakan  salah  satu  alternatif  yang  umum  dipilih  dalam  rangka  menerapkan gagasan  utility  maximization. Sehubungan  dengan  pembentukan  portofolio  saham  berdasarkan strategi  investasi  momentum, Sharpe, et  al  (1995)  mengemukakan  langkah – langkah  antara  lain :
  1. Identifikasi  saham – saham  yang  terdaftar  di  pasar  modal.
  2. Menentukan peringkat  berdasarkan  besarnya  return  untuk  periode  yang  baru  saja berakhir, yang  disebut  sebagai  periode  yang  baru  saja  berakhir, yang  disebut  periode formasi  portofolio.
  3. Masukkan  saham – saham  yang  memiliki  rata – rata  return  tinggi  ke  dalam  kelompok portofolio  winner  dan  saham – saham  yang  memiliki  rata – rata  return  rendah  ke  dalam kelompok  portofolio  loser.
  4. Menentukan  return  portofolio  saham  winner  dan  loser   untuk  periode  yang  akan dimulai, yang  disebut  periode  pengujian  portofolio.
  5. Ulangi  analisis  dari  permulaan, mulai  dari  langkah  pertama  tetapi  bergerak  maju  demi satu.  Hentikan  setelah  dilakukan  pengulangan  beberapa  kali.
  6. Tentukan  rata – rata  abnormal  return  atas  portofolio  winner  dan  portofolio  loser.
Jika  strategi  investasi  momentum  bekerja  dengan  baik, maka  portofolio  saham  pemenang (winner)  seharusnya  menghasilkan  rata – rata  abnormal  return  yang  positif  dan  portofolio saham  kalah  (loser)  memiliki rata – rata  abnormal  return  yang  negatif.
    
Strategi  portofolio  adalah  menetapkan  cara  untuk  mencapai  sasaran  investasi  yang  telah ditetapkan.  Strategi  portofolio  dapat  dibedakan  menjadi  strategi  aktif  dan  strategi  pasif. Strategi  pasif  yaitu  strategi  yang  hanya  sedikit  melibatkan  ekspektasional  dan sebagai  gantinya bergantung  pada  diversifikasi  untuk  mencocokkan  kinerja  dari  beberapa  indeks  pasar. Sedangkan strategi  aktif   yaitu  menggunakan  informasi – informasi  yang  tersedia  dan  teknik – teknik  peramalan  untuk  memperoleh  kinerja  yang  lebih  baik  dibandingkan  portofolio  yang  hanya  diversifikasi  secara  luas.

Sekarang  saya  bakal  jelasin  dampak  corona  terhadap  portofolio  saham.  Kalian  pasti  sudah tau  ya  tentang  virus  yang  sedang  gencar  di  Indonesia, ya  pastinya  sudah  tau.  Sejak  awal  tahun  2020, dunia  dihebohkan  dengan  adanya  wabah  virus  corona  yang  berasal  dari  China. Virus  corona  menyebabkan  kepanikan  di  China  dan  menimbulkan  korban  jiwa  sampai  ribuan  orang  penduduk  China.  Akibat  lainnya, banyak  perusahaan  kecil, menengah  maupun  besar  yang  akhirnya  terpaksa  menutup usahanya  untuk  sementara. Tidak  hanya  perusahaan  saja  yang tutup,  ribuan  tempat  usaha  makanan/ minuman  juga  terpaksa  tutup. Perekonomian  China  pun menjadi  terguncang  di  awal  tahun  2020  ini,  karena  selama  ini  perekonomian  China  didukung  dari  sektor  usaha  kecil  dan  menengah.  Ada sekitar 30  juta  usaha  kecil  dan  menengah  menyumbang   lebih   dari   60%  dari  Produk  Domestik  Bruto  (PDB)  China.  Selain  itu, bursa  saham Shanghai  juga  sempat   menurun  mencapai   9%,  yang  merupakan  yang  terparah  sejak  bulan  Agustus  2015.
         
Pandemi  virus  corona  (COVID 19)  masih  jadi  hal  yang  paling  menakutkan  bagi  para investor,  khususnya  investor  saham.  Tidak  hanya  sedikit  para   investor  saham mempertimbangkan  cut  loss  demi  menyelamatkan  portofolio  investasi  saham  mereka  yang  sedang  dilanda  kebakaran.  Adanya  virus  Covid  19  yang  merebak  di  seluruh  dunia,  jatuhnya harga  komoditas  dunia  yang  cukup  ekstrem  menjadi  alasan  utama  kami  melepas  beberapa portofolio  saham  di  Indonesia.  Penyebaran  virus  yang  cepat  nyatanya  berdampak  sangat  dalam,  tidak  terkecuali  bagi  perekonomian  global  yang  terus  menunjukkan  volatilitas,  bahkan  cenderung  menurun.  Ketidakpastian  atas  jangka  waktu  redanya  pandemi  ini  juga  membuat pergerakan  pasar  modal  di  hampir  seluruh  negara  mengalami  koreksi  dalam.

DAFTAR  PUSTAKA
 
Tandelin, Eduardus. 2010. Portofolio  dan  Investasi. Yogyakarta:  Kanisius.

Hartono, Jogiyanto. 2000. Teori  Portofolio  dan  Analisis  Investasi. Yogyakarta: BPFE.

Wiksuana, Gusti  Bagus. Kinerja Portofolio  Saham  Berdasarkan  Strategi  Investasi  Momentum  di Pasar Modal  Indonesia, Vol  11, No  1. 2009.

Sunaryo, Deni. 2019. Manajemen  Investasi  dan  Portofolio. Pasuruan: PT  Qiara  Media.

Tandelin, Eduardus. 2001. Analisis  dan  Manajemen  Portofolio. Yogyakarta: BPFE.

Kontan.co.id

Tempo.com

Suara.com

Sabtu, 04 April 2020

COVID-19 PELUANG ATAU ANCAMAN MELAKUKAN PROTOFOLIO SAHAM BAGI INVESTOR

Oleh: Sarifah Mustika, 17510002, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen
Dosen Pengampuh : M. Nanang Choiruddin SE,MM

Ditengah keadaan negara Indonesia yang sedang mengalami guncangan akibat adanya virus covid-19 yang tengah mewabah saat ini. Adanya wabah tersebut tentunya memiliki dampak yang tidak baik bagi seluru kegiatan yang dilakukan seluruh lapisan masyarakat Indonesia, tak terkecuali juga dunia investasi yang terkena dampak negatif semenjak adanya virus tersebut muncul terutama saat virus covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada awal maret lalu.  Tercatat semenjak adanya virus covid-19 yang telah menyebar ke berbagai negara membuat kurva bursa mengalami penurunan yang sangat drastis. Hampir semua sektor industri mengalami penurunan harga sahamnya. Lantas bagaimana investor harus menyikapi hal tersebut. Apakah situasi ini hanya memberikan dampak buruk bagi investor ataukah sebenarnya terselipkan dampak positif yang bisa diambil oleh investor.

Portofolio saham merupakan Investasi yang terdiri dari berbagai jenis saham perusahaan (Zamran : 2017). Portofolio saham dilakukan dengan harapan bila harga salah satu saham mengalami kerugian saham lainnya tetap bisa mengahasilkan keuntungan sehingga bisa menutup kerugian yang ditanggung oleh investor. Dalam hal pengalokasian dana untuk setiap saham dalam portofolio menurut Buffer seorang investor ternama berpendapat jika menemukan sahan yang tepat, mengapa harus membeli sedikit, lebih baik investasikanlah uang yang kamu miliki sebanyak-banyaknya ( Zubir: 2011). Pendapat tersebut bisa dijadikan sebagai wawasan bahwa jika sudah menemukan saham yang dirasa memiliki prospek yang bagus dimasa depan maka tidak salah jika kita mengalokasikan dana lebih banyak untuk diinvestasikan disana.

Portofolio saham menjadi hal yang penting dalam berinvestasi, hal ini berhungan dengan tujuan seorang investor dalam melakukan investasi yaitu untuk memperoleh retrun yang optimal dengan risiko yang seminimal mungkin ( Tandelilin : 2001). Untuk mencapai tujuan tersebut prtofolio saham menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan oleh investor dalam rangka menimalisir risiko yang diterima investor. Berpicara meneganai portofolio saham tentunya mengingatkan pada sebuah pepatah jika ingin menyimpan telur jangan simpan dalam satu kerjang saja, sebab jika keranjang terebut jatuh maka telur yang dimilki akan pecah semua ( Yuliani : 2017). Pepatah ini memberikan wawasan bagi seorang investor jika ingin berinvestasi maka akan lebih baik jika tidak pada satu saham saja  akan lebih baik jika kita melakukan protofolio saham. Dengan melakukan portofolio saham maka didalamnya akan ada berbagai macam saham yang berebeda-beda dengan demikian jika salah satu mengalami kerugian akan ada saham yang lain yang memberikan keuntungan bagi investor. Hal tersebutlah yang menjadikan portofolio saham menjadi hal yang penting bagi investor.

Ditengah polemik yang saat ini terjadi, dimana kita ketahui bersama bahwa dunia tengah di landa musibah dengan adanya virus covid-19 yang saat ini tengah mewabah dan membawa banyak dampak negatif bagi seluruh kegiatan sehari-hari. Dampak adanya virus corona yang mewabah di berbagai negara termasuk Indonesia juga sampai pada dunia investasi. Semenjak diumumkanya bahwa virus covid-19 telah mengeinfeksi warga Indonesia hampir semua saham di semua subsektor mengalami penurunan yang signifikan, salah satu perusahaan yang mengalami penurunan harga saham sejak virus corona mulau muncul dan mewabah di berbagai negara yaitu PT WASKITA Karya Tbk sebagaiamna yang tertera dalam tabel dibawah ini (  Waskita.co.id)


Apakah dalam keadaan seperti saat ini memilih untuk melakukan investasi dengan melakukan portofolio saham merupakan tindakan yang memiliki risiko yang tinggi atau bahkan sebaliknya.

Berdasarkan teori analisis teknikal dimana dalam analisis ini berpedoman pada pengamatan harga saham dalam periode tertentu (Oktavia :2017). Berdasarkan teori ini kurva harga saham pada saat ini sedang berada di posisi bawah dimana perusahaan- perusahaan mengalami penurunan harga saham yang darstis. Grafik pada posisi ini mengisyaratkan bahwa momentum yang tepat pada saat ini yaitu melakukan tarnsaksi pemebelian. Jatuhnya harga saham sesungguhnya mebawa keuntungan bagi investor yang ingin melakukan investasi di pasar modal (Sudarsana: 2014). Investor bisa mendapatkan saham yang memiliki prospek bagus kedepanya dengan harga yang rendah saat ini dan disaat virus covid-19 telah rendah harga saham akan kembali normal lagi sehingga saham yang telah dibeli saat itu dapat memberikan keuntungan yang besar bagi investor. Dengan begitu maka sesunggunya covid-19 tidak hanya membawa dampak buruk bagi dunia investasi, akan tetapi juga membawa peluang bagi para investor yang ingin memulai berinvestasi di pasar modal. Dengan demikian kondisi saat ini sesungguhnya merupakan momentum yang tepat bagi investor yang ingin memulai berinvestasi untuk melakukan portofolio saham. Tentunya sebelum memilih saham-saham mana saja yang dijadikan portofolio harus dilakukan analisis terlebih dahulu, saham yang memiliki prospek kedepanya baik dan pemulihanya dari dampak covid-19 bisa pulih lebih cepat.


Daftar Pusataka
Oktavian, Reza. (2017). Pembentukan Portofolio Optimal ( studi Kasus Indeks Saham LQ45, Bisnis 27 Dan IDX30 Periode 2010-2014). Jurnal Sekuritas Vol.1 (2). hlm 76

Sudarsana, I Made Budi; Ida Bagus panji Sedana; Luh Gede Sri Artini. (2014). Pembentukan Portofolio Optimal Pada Saham-Saham Index IDX 30 di PT Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Universitas Udayana, Vol. 03, No.02.hlm 45

Tandellin, Eduardus. (2001).  Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama.Yogyakarta: BPFE. Wahyudi, Henry Dwi. Analisis Investasi dan Penentuan Portofolio Saham Optimal. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume 1 (2). hlm 16

Yuliani,Fitria & Achsani,A,N. (2017). Analisis Pertofolio Barbasis Risk Dan Retrun ( Studi Kasus Saham Di Jakarta Islamic Index Periode Juni 2011- Mei 2016). Jurnal Al-Muzara’ah Vol 5 (2). hlm136

Waskita.co.id

Zarman, Nasri.( 2017). Kinerja Portofolio Saham Pada Perusahaan Makanan,Properti Dan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Bisnis Dan Manajemen Vol 7 (2). hlm 249

Zubir, Z. (2011). Manajemen Portofolio: Penerapannya dalam Investasi Saham. Jakarta: Salemba Empat.

Adakah Saham Yang Layak Dipilih Saat Ini Untuk Berinvestasi ?

Oleh : Fatchurrochim/17510096, Mata Kuliah : Analisis Sekuritas (G)
Dosen Pembimbing : M. Nanang Choiruddin,SE., MM.
Perkembangan hingga saat ini semakin pesat. Tidak terpacu hanya pada satu sektor, melainkan berbagai sektor turut berkembang, tidak terkecuali perekonomian. Perekonomian di Indonesia terus mengalami perkembangan. Banyak cara yang dilakukan investor untuk memulai bisnisnya.
   
Salah satu cara investor untuk memulai bisnis atau mengembangkan bisnisnya ialah dengan investasi saham. Menurut KBBI saham adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor. Dan investasi ialah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    
Pada investasi saham, seorang investor bisa menentukan tingkat keuntungan yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat risiko tertentu, ataupun membentu saham yang optimal dengan memilih saham yang beresiko rendah. Ketika investor telah berinvestasi, tentu investor tersebut mengharapkan sebuah keuntungan dari penjualan kembali saham tersebut, maupun dari dividen dari perusahaan.
    
Untuk memulai berinvestasi, seorang investor dianjurkan untuk memilih perusahaan yang telah terdaftar di pasar modal atau bursa efek. Hal ini dikarenakan perusahaan yang telah go public dapat dikategorikan memiliki performa yang cukup baik.
    
Menurut Ahmad (2004), instrumen yang biasanya diperdagangkan di pasar modal Indonesia berupa surat – surat berharga seperti saham, obligasi, dan reksadana.
    
Sebelum berinvestasi, tentu investor harus memperhatikan perusahaan yang hendak dipilih. Investor harus memilih saham dari perusahaan mana yang cocok digunakan sebagai investasinya. Pemilihan saham ini bertujuan untuk mengetahui presentase keuntungan yang akan diperoleh nantinya serta meminimalisir risiko yang akan didapat di masa yang akan datang. Saham yang dipilih secara random, tentu akan meningkatkan risiko yang akan diperoleh.
    
Fenomena yang akhir-akhir ini terjadi dan cukup menghebohkan seluruh dunia ialah wabah yang disebabkan oleh virus covid-19.  Virus tersebut cukup merusak perekonomian dunia tidak terkecuali Indonesia. Perekonomian Indonesia cukup terganggu disebabkan oleh wabah tersebut, nilai rupiah melemah dan saham pun banyak yang anjlok.  Dilansir dari Kompas.com melakukan investasi ditengah wabah virus corona tidaklah mudah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun cukup dalam ke level 4.895,75. Jika dihitung sejak awal tahun, IHSG sudah turun sebesar 22,28% termasuk yang terdalam diantara bursa saham asia.
    
Saham yang terus menurun sejak awal tahun menimbulkan keresahan bagi investor, banyak investor yang mulai menjual sahamnya.  Karena khawatir jika terus mengalami kerugian lebih besar.
    
Namun dibalik fenomena ini jika cermat dalam menanggapi, tentu hal ini cocok jika hendak membeli saham. Sandiaga Uno mengatakan "Berarti ini kesempatan selektif buying saham buat investor jangka panjang," Investor disarankan berinvestasi dengan beberapa pertimbangan. Memilih berdasarkan komoditas unggulan maupun emiten yang tata kelola perusahaannya baik alias good corporate governance (GCG).
    
Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai langkah IHSG minggu ini masih akan berat. "Untuk beli (saham) kami melihat akan berat karena tekanan pasar saham sangat besar, isu corona cukup kuat pengaruhnya," jelas Alfred. Meski tak menyarankan untuk membeli dalam jumlah besar, namun ia menyebut saham sektor farmasi dapat terus dipantau. Pasalnya, peningkatan permintaan kebutuhan alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer akan menopang kinerja, termasuk saham mereka. Walaupun mengalami penurunan, minat investor masih cukup baik dalam sektor ini.
    
Lalu untuk investasi jangka panjang, sektor konsumer, telekomunikasi, dan perbankan masih cukup baik ditengah wabah ini. Sektor yang tetap mengalami peningkatan ialah sektor konsumer dan telekomunikasi ditengah wabah saat ini. Untuk sektor perbankan mengalami penurunan, walaupun begitu, sektor ini dinilai mampu bangkit dari keterpurukan akibat virus corona. Sektor perbankan yang dinilai mampu untuk bangkit dan disarankan untuk tetap dibeli saat ini ialah saham dari BBCA, BBNI, BBRI, BMRI.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, K. (2004). Dasar-dasar manajemen Investasi dan Portofolio. Asdi Mahasatya. Jakarta.
Dioda Ardi Wibisono dan Krisnawuri Handayani, Pemilihan Saham Yang Optimal Menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM), Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, Vol. 5, No, 1, 2017
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/saham
https://bisnis.tempo.co/read/1323724/pandemi-corona-simak-5-tips-untuk-investor-saham-berikut-ini
https://katadata.co.id/berita/2020/03/07/ihsg-anjlok-imbas-virus-corona-sandiaga-uno-kesempatan-beli-saham
https://money.kompas.com/read/2020/03/14/130600626/-kiat-berinvestasi-di-tengah-mewabahnya-virus-corona
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200316065757-92-483683/mencermati-saham-perkasa-di-tengah-wabah-virus-corona

Tips Memilih Saham yang Baik

Oleh : Try Wulan Ndari, 17510069
Dosen  : M. Nanang Choiruddin. SE., MM.

Sebelum anda melakukan transaksi saham, hendaknya mengetahui tujuan dalam bertransaksi saham tersebut. Selain itu, juga harus mengetahui kriteria saham manakah yang akan dijadikan sasaran dalam berinvestasi dan bagaimana pula tingkat profitabilitas dari suatu perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Istilah saham sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Saat ini saham menjadi salah satu pilihan investasi yang memberikan keuntungan berupa capital gain dan deviden. Namun, saat berinvestasi pastinya juga terdapat risiko yang harus dihadapi. Risiko dalam berinvestasi saham ini disebut capital loss. 

Dalam investasi saham tentunya berbeda dengan instrumen investasi lainnya seperti investasi pada emas, properti, deposito, reksadana dan lain sebagainya. Dari tiap-tiap instrumen investasi pastinya memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangan. Dari masing-masing instrumen tersebut, investasi saham ialah investasi yang memberikan keuntungan yang sangat besar dengan waktu yang singkat. Langkah awal dalam memahami dan menilai saham ialah kita harus melihat bagaimana pergerakan saham secara keseluruhan (indeks).  Di Indonesia terdapat banyak ragam saham-saham yang dijual di pasar modal tetapi tidak semua saham layak dibeli. Beberapa saham yang layak dibeli seperti blue-chip stock, income stock, growth stock (well known), saham spekulatif dan lain sebagainya. 

Sebelum memulai bertransaksi, langkah awal yang dilakukan yakni terkait analisis fundamental dan analisis teknikal yang dimaksudkan untuk dapat menggali informasi secara mendalam mengenai instrumen investasi yang dipilih.

Apa itu Analisis Fundamental ?
Analisis fundamental ini merupakan analisis secara mendasar untuk menggali informasi sebuah perusahaan secara keseluruhan yang meliputi kondisi ekonomi makro, kondisi industri, dan kondisi perusahaan. Analisis ini cenderung mempertimbangkan kinerja dan proyeksi perusahaan untuk memperkirakan harga saham. Terdapat beberapa hal yang perlu diketahui oleh seorang investor mengenai perusahaan yang menerbikan saham tersebut, seperti laporan keuangan yang transparan. Artinya laporan keuangan suatu perusahaan dapat diakses oleh investor sehingga para investor dapat mengetahui berapa pendapatan per saham (EPS), nilai buku ekuitas, nilai buku saham, rasio pengeluaran dan lain sebagainya.   Unsur-unsur tersebut digunakan unuk menilai saham atas layak tidaknya menjadi tempa sasaran investasinya.

Laporan keuangan ini biasanya disajikan dalam bentuk laporan keuangan tahunan yang memuat seluruh aktivitas perusahaan selama satu tahun. Di dalam laporan keuangan perusahaan ini investor dapat mempelajari banyak informasi seperti informasi penjualan dan laba, informasi struktur manajemen,  dan informasi-informasi lainnya. 

Kriteria Pemilihan Saham yang Baik Berdasar Analisis Fundamental
    Memiliki kapitalisasi pasar >Rp500 miliar.
    Model bisnis yang baik.
    Konsisten dalam meningkatkan earning per share(EPS) dari kuartal ke kuartal.
    Tidak memiliki nilai Debt Equity Ratio (DER) yang besar.
    Saham menjadi market leader.
    Memiliki nilai rata-rata Price Earning Ratio (PER) yang konsisten.

Apa itu Analisis Teknikal ?
Merupakan analisis yang sering dipakai oleh calon investor, dan biasanya data yang digunakan berupa grafik, atau program komputer mengenai perubahan harga saham, volume perdagangan, dan indikator lainnya.Terdapat tiga prinsip utama yang digunakan dalam analisis ini diantaranya yaitu segala sesuatunya tercermin dari harga pasar, harga bergerak dalam suatu tren dan pola tindakan pasar berulang.  Di dalamnya terdapat indikator yang membantu investor dalam menganalisis saham seperti indikator trend, indikator strength, indokator volatilas, dan indikator volume. Dalam mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham, seorang analisis berdasar pada data harga dan volume perdagangan saham di masa lalu

Dalam analisis teknikal terdapat beberapa macam metode yang digunakan seperti metode moving average (MA), double top, double down, head and shoulder, triangle support level & resistance level, dan lain sebagainya.  Beberapa teknik tersebut digunakan  untuk mengambil keputusan yang ketika muncul kesempatan untuk membeli atau menjual saham.

Kriteria Pemilihan Saham yang Baik Berdasar Analisis Teknikal
    Arah chart dominan >45°.
    Tidak membeli saham yang 80% sideways (kondisi market sedang datar)
    Saham memiliki tingkat volatilitas yang tinggi
    Secara liquid diperdagangkan setiap hari.
    Emiten memiliki jumlah saham beredar di pasar cukup banyak, hal ini menunjukkan bahwa floating share kepemilikan emiten tidak lebih dari 40%.
    jumlah lot yang cukup banyak sehingga harga saham tersebut tidak mudah dipermainkan.


Referensi :
Darmadji, Tjiptono Dan M. Fahruddin, Hendy. 2012. Pasar Modal Di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta: Salemba Empat.
Hendrasih, Ida. 2016, AnalisisPerubahanHargaSahamDenganMenggunakanGrafik    Candlestick, Jakarta: AkademiSekretaridanManajemenBinaSaranaInformatika    Jakarta, MONETER, VOL. III NO. 2 OKTOBER 2016,
Marcus, dkk, 2014,ManajemenPortofoliodanInvestasied.9 buku 1, Jakarta Selatan :     SalembaEmpat,
Syamsir, Hendra, 2004. SolusiInvestasi Di Bursa Saham Indonesia PendekatanAnalisa    TeknikalMelaluiStudiKasusRiilDenganDilengkapiFormulasiMetastock. Jakarta:     PT Elex Media Komputindo
Sucipto, Agus, Modul Manajemen Investasi, 2017

ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL SEBAGAI DASAR PEMILIHAN SAHAM DALAM BERINVESTASI

Oleh : Afifah Chairunnisa (17510098) 
Dosen : M. Nanang Choiruddin SE., MM

Menurut Bodie (2014:42) “Saham merupakan bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan yang dimana setiap lembarnya memberi hak satu suara kepada pemiliknya”. Saham merupakan salah satu jenis sekuritas yang ikut diperdagangkan pada pasar modal. Menurut Darmadji (2012:5) saham dapat didefinisikan sebagai tanda pernyataan kepemilikan seorang atau badan usaha suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham dapat dikatakan sebagai sekuritas yang paling mudah diperdagangkan, hal ini dikarenakan saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih oleh investor karena menjanjikan keuntungan yang menjanjikan baik berupa deviden sebagai future income maupun keuntungan dari capital gain. Dibalik keuntungan, investasi dalam bentuk saham tentu memiliki resiko didalamnya bahkan semakin besar keuntungan maka semakin besar resiko yang akan di terima. Oleh karena itu, penting bagi seorang investor untuk melakukan analisis untuk menentukan saham yang bagus guna meminimalisir resiko dan memperoleh keuntungan maksimal.

Banyak teknik yang dapat dilakukan sebagai dasar atau acuan bagi investor untuk memilih saham yang hendak diinvestasikan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah melihat berapa harga saham yang akan dibeli untuk memperoleh keuntungan maksimal. Dalam artikel ini, penulis membahas mengenai teknik analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental, menurut Hermuningsih (2012:194) adalah usaha untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan saham yang akan dipilih melalui analisis perusahaan. Analisis ini juga dapat memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang dengan cara memperkirakan nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham dimasa yang akan datang. Sedangkan, Menurut Tandelilin (2010:392) “Analisis Teknikal merupakan analisis dengan berbagai indikator dengan melihat pergerakan saham beberapa waktu sebelumnya”. Analisis teknikal menggunakan terdiri dari beberapa indikator garis trend untuk memprediksi pergerakan harga saham dalam bentuk chart. Selain itu dapat mengetahui apakah harga saham sudah dalam titik tertinggi (overvalued) atau titik terendah (undervalued).

Dalam pengambilan keputusan investasi khususnya saham, seorang investor dianjurkan untuk terlebih dahulu mengetahui nilai intrinsik dari suatu saham untuk kemudian dibandingkan dengan harga pasar. Nilai intrinsik tersebut dapat menunjukan present value arus kas yang diharapakan dari suatu saham. Menurut Sunariyah (2005:178) pedoman yang digunakan dalam pengambilan keputusan investasi saham adalah sebagai berikut: 

1.    Apabila nilai intrinsik lebih besar dari harga pasar saham saat ini maka saham tersebut dinilai undervalue (berada dibawah harga wajar/ terlalu rendah), dan karenanya harus dibeli atau ditahan apabila saham tersebut telah dimiliki dengan pertimbangan suatu saat harganya akan naik kembali. 

2.    Apabila nilai intrinsik lebih kecil dari harga pasar saham saat ini, maka saham tersebut dinilai overvalue (berada diatas harga wajarnya/ mahal), dan karenanya harus dijual. 

3.    Apabila nilai intrinsik sama dengan harga pasar saham saat ini, maka saham tersebut dinilai wajar harganya dan berada dalam kondisi keseimbangan. Keputusan investasi yang dapat diambil yaitu dengan mempertahankan atau mempertahankan saham tersebut untuk tidak menjual atau membeli saham tersebut sampai kondisi yang menguntungkan bagi investor.

Ide dasar analisis fundamental ini adalah dikarenakan kinerja perusahaan dapat dipastikan mempengaruhi harga saham (Halim,2015:4). Analisis fundamental digunakan untuk membandingkan harga intrinsik suatu saham dengan harga pasarnya. Beberapa pendekatan yang bisa dilakukan yaitu menggunakan pendekatan rasio keuangan pada perusahaan tersebut.

Pada analisis teknikal, Ide utama dari analisis ini adalah menggunakan data-data pergerakan harga dari waktu yang lalu untuk menentukan kemana harga pergerakan harga selanjutnya. Hal yang terpenting dari analisis teknikal adalah bagaimana analisis tersebut mampu mengenali trend sedini mungkin. Analisis teknikal dilakukan dengan memanfaatkan pola pergerakan indeks atau harga dari masa ke masa.

Dari lebih dari 200 indikator analisis teknikal, Moving Average, atau Rata-rata Bergerak adalah indikator yang paling mudah digunakan dan paling populer (Calginap, et al., 2003). Sayangnya, indikator tersebut hanya berlaku pada kondisi trend yang kuat, baik uptrend maupun downtrend. Pada kondisi pasar yang tidak menentu (choppy), alat analisis ini akan kehilangan kemampuannya (Thorp, 2009). Mengingat bahwa karakteristik pasar saham Indonesia cenderung choppy di mana harga cenderung naik dan turun tidak menentu, maka diperlukan sebuah indikator yang lebih sensitif dan responsif, yaitu indikator-indikator yang dikategorikan ke dalam kelompok oscilator. Para analis teknikal (yang terkenal dengan sebutan “technicians” atau “chartists”), menggunakan oscilator untuk menentukan titik overbought dan oversold, menentukan momentum sebuah sekuritas, dan mengidentifikasi divergence (ketidakselarasan) antara harga dan indikatornya. 

Dua buah indikator dalam kelompok oscillator yang mampu menggabungkan keunggulan-keunggulan dari Moving Average sebagai indikator tren dan oscilator adalah Stochastic Oscillator dan Moving Average Convergence Divergence, atau lebih dikenal dengan singkatan MACD. Stochastic Oscillator dikembangkan oleh Jeorge C lane pada tahun 1950-an, sedangkan MACD diciptakan oleh Gerald Appel di tahun 1985.

Daftar Pustaka:
Muhammad Ramdhan Reska Anung R. Rustam Hidayat Sri Sulasmiati. Penggunaan Analisis Fundamental Pendekatan Price Earning Ratio (PER) dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham ( Studi pada Saham Emiten yang Terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2012- 2015). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 40 No.2 November 2016
Adi Prabhata. Efektifitas Penggunaan Analisis Teknikal Sochastic Oscillator dan Moving Average Convergence-Divergence (MACD) Pada Perdagangan Saham-saham Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Iodonesia. SINERGI KAJIAN BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 13 No. 1, Juni 2012