Seminar Nasional Pasar Modal Syariah

Pemberian Cindramata Kepada Narasumber dari MUI Malang Bapak Drs. KH. Chamzawi M.HI.

Kuliah Tamu Manajemen

Bersama pimpinan manajemen dan pemateri kuliah tamu dengan tema menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif dan mandiri.

Ekonomi Kreatif

Narasumber dalam rangka Turba PCNU Kota Malang Tematik terkait ekonomi kreatif di MWC NU Lowokwaru Ranting Dinoyo

Seminar Nasional

Narasumber Seminar Nasional Economic Outlook, Prospects And Future Of The Indonesian Economy,(Bersama Ketua Komisi C DPRD tk 1 Jatim)di FE UNUSIDA Sidoarjo.

Penyuluhan UMKM

Narasumber Penyuluhan terkait administrasi sederhana UMKM di Desa Sutojayan Kabupaten Malang.

Selasa, 09 Juli 2019

Jumlah UMKM dan Tenaga UMKM Kota Malang dan Kabupaten Malang

Jumlah UMKM yang ada di Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan pertumbuhan yang bagus dimana bisa dilihat jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai 6.825.931 yang tersebar diseluruh Kota dan Kabupaten yang ada di Jawa Timur. Dengan adanya jumlah UMKM yang ada di Jawa Timur yang cukup besar ternyata mampu menyerap tenaga kerja sebesar  11.117.439 yang tersebar diseluruh Jawa Timur, artinya dengan adanya perkembangan jumlah UMKM tentunya mampu membuka peluang lapangan kerja sehingga bisa membantu untuk mengurangi angka pengangguran, hal ini tidak lepas dari peran masyarakat dan pemerintah yang bersinergi untuk terus memberikan dorongan semangat untuk terus mengembangkan UMKM di daerah yang ada di seluruh Indonesia, dan diharapkan terus ada suport seperti bantuan pelatihan, penyuluhan, bantuan alat atau mesin maupun bantuan dana hibah terkait pengembangan UMKM yang ada.


Dilihat Jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Malang dan Kota Malang juga memberikan kontribusi terkait perekonomian daerah, dimana jumlah UMKM Kabupaten Malang mencapai 414.516 dan mampu mnyerap tenaga kerja sebesar 826.375 sedangkan di Kota Malang jumlah UMKM sebesar 77.778 dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 141.906. Sehingga akumulasi jumlah UMKM Kabupaten Malang dan Kota Malang mencapai 492.294 UMKM dan mampu menyerap tenaga kerja sebanayak 968.281. Hal ini menunjukkan bahwa peran UMKM sangatlah penting karena selain mampu memberikan pertumbuhan ekonomi daerah juga bisa mengurangi angka penggangguran dengan terciptanya lapangan kerja dan diharapkan terus berkembang.


Dalam hal ini tentunya UMKM yang ada meliputi banyak sektor atau jenis lapangan usaha antara lain sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolaha, konstruksi, perdagangan hotel dan restoran, transportasi, keungan dan jasa-jasa. Dimana bila ditinjau dari jumlah umkm yang ada di kabupaten Malang berdasarkan sektor memiliki jumlah yang bervariasi antara lain sektor pertanian sebanyak 244.934, pertambangan dan penggalian sebanyak 1.614, industri pengolaha sebanyak 20.894, konstruksi sebanyak 939, perdagangan hotel dan restoran sebanyak 106.061, transportasi sebanyak 15.101, keungan sebanyak 493 dan jasa-jasa sebanyak 24.480.

JUMLAH UMKM BERDASARKAN SEKTOR/LAPANGAN USAHA KABUPATEN MALANG

Sedangkan jumlah umkm yang ada di Kota Malang berdasarkan sektor memiliki jumlah yang bervariasi antara lain sektor pertanian sebanyak 3.718, pertambangan dan penggalian sebanyak 39, industri pengolaha sebanyak 4.094, konstruksi sebanyak 566, perdagangan hotel dan restoran sebanyak 48.211, transportasi sebanyak 3.742, keungan sebanyak 302 dan jasa-jasa sebanyak 17.106. 

JUMLAH UMKM BERDASARKAN SEKTOR/LAPANGAN USAHA KOTA MALANG

JUMLAH UMKM BERDASARKAN Tenaga Kerja KOTA MALANG

Dalam hal ini dengan adanya Jumlah UMKM di kota Malang yang berbeda di setiap sektornya juga memiliki dampak pada jumlah tenaga kerja yang berbeda pula antara lain sektor pertanian sebanyak 4.683, pertambangan dan penggalian sebanyak 45, industri pengolaha sebanyak 14.222, konstruksi sebanyak 1.224, perdagangan hotel dan restoran sebanyak 84.972, transportasi sebanyak 5.212 , keungan sebanyak 1.639   dan jasa-jasa sebanyak 29.909 .

Sedangkan jumlah tenaga di UMKM yang ada di Kabupaten Malang berdasarkan sektor memiliki jumlah yang bervariasi antara lain sektor pertanian sebanyak 523.391, pertambangan dan penggalian sebanyak 2.204, industri pengolaha sebanyak 58.614, konstruksi sebanyak 2.611, perdagangan hotel dan restoran sebanyak 173.557, transportasi sebanyak 19.918, keungan sebanyak 2.553 dan jasa-jasa sebanyak 43.527.

Sedangkan jika di lihat dari sektor pertanian dan non pertanian jumlah UMKM di kabupaten Malang mulai dari sektor pertanian mikro sebanyak 238.683, Kecil sebanyak 5.155, Menengah sebanyak 1.096  dan secara keseluruhan sebanyak 244.934. Sedangkan non pertanian mikro sebanyak 148.924, Kecil sebanyak 19.217, Menengah sebanyak 1.441 dan secara keseluruhan sebanyak 169.582. Dimana bila di akumulasikan UMKM Sektor pertanian dan Non Pertanian Mikro sebesar 387.607, kecil sebesar 24.372 dan Menegah sebesar  2.537.

Sedangkan jika di lihat dari sektor pertanian dan non pertanian jumlah UMKM di kota Malang mulai dari sektor pertanian Kecil sebanyak 79, Menengah sebanyak 11 dan secara keseluruhan sebanyak 90. Sedangkan non pertanian Kecil sebanyak 9.335, Menengah sebanyak 1.186  dan secara keseluruhan sebanyak 10.521. Dimana bila di akumulasikan UMKM Sektor pertanian dan Non Pertanian kecil sebesar 9.414 dan Menegah sebesar  1.197.

Sumber data :
http://diskopukm.jatimprov.go.id.

Senin, 01 Juli 2019

MALANG KOTA WISATA TERPOPULER DI INDONESIA

Kota malang (osob kiwalan: ngalam) adalah sebuah kota yang terletak di provinsi jawa timur, indonesia, kota terbesar kedua di jawa timur setelah surabaya, dan kota terbesar ke-12 di indonesia. Kota ini didirikan pada masa kerajaan kanjuruhan dan terletak di dataran tinggi seluas 145,28 km2 yang terletak di tengah-tengah kabupaten malang. Bersama dengan kota batu dan kabupaten malang, kota malang merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan malang raya.  (https://id.wikipedia.org/wiki/kota_malang)

Malang menjadi jujukan para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri dimana memiliki sangat banyak pilihan untuk para wisatawan untuk berlibur dan menikmati keindahan di Malang, dimana Kota malang, kota Batu dan Kabupaten Malang memiliki banyak tempat wisata yang akan dikunjungi mulai dari wisata alam seperti air terjun, pegunungan dan perbukitan hingga laut, dan wisata buatan yang juga menarik untuk dikunjungi untuk menikmati liburan, sehingga Malang disebut sebagai Kota Wisata yang terpopuler di Indonesia, yang belum ke Malang pastinya ingin sekali ke Malang dan yang sudah pernah ke Malang pastinya ingin kembali untuk berwisata di kota Wisata yang memiliki udara yang sejuk dan nyaman dan memiliki banyak pilihan dalam berwisata.

Adapun beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi baik di Kota Malang, Kabupaten Malang maupun Kota Batu antara lain yaitu : Wisata sungai amprong, wisata alun-alun kota malang, Wisata air terjun banyu anjlok, Wisata masjid tiban, Wisata pulau sempu, Wisata teluk bidadari, Wisata pemandian kalireco, Wisata coban mbok karimah, Wisata mata air sumber sirah, Wisata hawai waterpark, Wisata coban rondo dan taman labirin, Wisata museum brawijaya, Wisata taman sengkaling, Wisata alun-alun tugu balai kota, Wisata museum malang tempo doeloe , wisata kebun teh wonosari, Wisata waduk selorejo, Wisata jodipan (kampung warna warni), Wisata taman merjosari, Wisata sumber maron, Wisata taman kelinci, Wisata sumber krabyakan, Wisata wendit waterpark, Wisata candi singosari,Wisata coban gintung, Wisata coban jahe, Wisata coban tundo, Wisata coban parang tejo. Jatim Park 1, Jatim Park 2 (Secret Zoo dan Museum Satwa), Jatim Park 3, Museum Angkut, Eco Green Park, BNS (Batu Night Spectacular), Paralayang & Rumah Pohon, Kusuma Agrowisata, Alun-alun Batu, Taman Wisata Selecta, Museum D’Topeng, Omah Kayu Batu Malang, Wisata Pujon Kidul, Labirin coban rondo, Bukit Bulu Coban Rais, Museum Satwa, Rumah Terbalik Batu, Museum Tubuh, Batu Wonderland.

Malang juga memiliki Wisata pantai yang bisa menjadi referensi untuk mengisi liburan. Pantai di malang sangat banyak dan beraneka ragam, yang berada di wilayah kabupaten Malang, adapun nama pantai yang bisa dikunjungi antara lain yaitu : pantai sendang biru – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai weden cilik – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai kaliapus – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai batu – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai sendiki – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai tamban – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai kondang buntung – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai tiga warna – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai watu pecah – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang.

Pantai savanna – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai mini /pantai toronto – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai gatra – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai clungup/mbansong – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai teluk asmoro – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai tomen – lokasi : desa tambakrejo, kecamatan sumbermanjing wetan, kabupaten malang, pantai klatakan – lokasi : desa sidoasri, tirtoyudo, kecamatan sumbermanjing wetan kabupaten malang, pantai tambakasri / pantai perawan sidoasri – lokasi : desa sidoasri, tirtoyudo, kecamatan sumbermanjing wetan kabupaten malang, pantai pancer – lokasi : desa sidoasri, tirtoyudo, kecamatan sumbermanjing wetan kabupaten malang, pantai sumenggung / pathukan sumenggung – lokasi : dusun tumpak awu, desa sitiarjo, kecamatan sumbermanjing wetan, pantai goa cina / pantai rowo indah – lokasi : dusun tumpak awu, desa sitiarjo, kecamatan sumbermanjing wetan.

Pantai watu leter – lokasi : dusun rowotrate, desa sitiarjo, kecamatan sumbermanjing wetan, pantai kondang iwak – lokasi : dusun sumberpucung, desa tulungrejo, kecamatan donomulyo, pantai krambilan – lokasi : dusun sumberpucung, desa tulungrejo, kecamatan donomulyo, pantai seling ciut – lokasi : dusun sumber celeng, desa banjarejo kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai seling ombo – lokasi : dusun sumber celeng, desa banjarejo kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai seling kates – lokasi : dusun sumber celeng, desa banjarejo kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai bantol – lokasi : dusun sumber celeng, desa banjarejo kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai kedung celeng – lokasi : dusun sumber celeng, desa banjarejo kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai pulodoro – lokasi : dusun sumber celeng, desa banjarejo kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai pakuto ciut – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai pakuto ombo – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang. 

Pantai ngledakan – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai njulek – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai kondang rowo – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai pangot guo / weden cilik – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai padas pecah – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai weden ciut – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai watu lawang / gunung kombang – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai teluk putri – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai pasir panjang – lokasi : desa kedungsalam,kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai ngekul – lokasi : desa metaraman, kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai ceruk – lokasi : desa metaraman, kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai ngebros / watu nggebros – lokasi : desa metaraman, kecamatan donomulyo,kabupaten malang, pantai kidang – lokasi : dusun sumber belimbing, desa purwodadi, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai kondang wetan – lokasi : dusun sumber belimbing, desa purwodadi, kecamatan donomulyo, kabupaten malang.

Pantai kondang bandung – lokasi : dusun sumber belimbing, desa purwodadi, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai bakung – lokasi : desa sumberoto, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai pkaliann – lokasi : desa sumberoto, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai mrutu – lokasi : desa sumberoto, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai ngombak – lokasi : desa sumberoto, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai modangan – lokasi : dusun kalitekuk, desa sumberoto, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai jonggring saloka – lokasi : desa mentaraman, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai ngliyep – lokasi : desa kedungsalam, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai nglurung – lokasi : desa kedungsalam, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai modangan – lokasi : desa sumberoto, kecamatan donomulyo, kabupaten malang, pantai tenger – lokasi : desa pujiharjo, kecamatan tirtoyudo, kabupaten malang, pantai sipelot – lokasi : desa pujiharjo, kecamatan tirtoyudo, kabupaten malang, pantai wedi awu / pantai balearjo – lokasi : dusun balearjo, desa purwodadi, kecamatan tirtoyudo, kabupaten malang, pantai pakisan – lokasi : dusun balearjo, desa purwodadi, kecamatan tirtoyudo, kabupaten malang, pantai wedi putih – lokasi : dusun balearjo, desa purwodadi, kecamatan tirtoyudo, kabupaten malang. 

Pantai lenggoksono – lokasi : dusun lenggoksono, desa purwodadi, kecamatan tirtoyudo, kabupaten malang, pantai banyu anjlok – lokasi : dusun lenggoksono, desa purwodadi, kecamatan tirtoyudo, kabupaten malang, pantai bolu bolu – lokasi : dusun lenggoksono, desa purwodadi, kecamatan tirtoyudo, kabupaten malang, pantai kipas – lokasi : kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai balekambang – lokasi : dusun sumber jambe, desa srigonco, kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai jembatan panjang / long bridge – lokasi : dusun sumber jambe, desa srigonco, kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai sumur pitu – lokasi : dusun sumber jambe, desa srigonco, kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai rowo gebang – lokasi : desa sumberbening kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai dali putih – lokasi : desa sumberbening kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai kondang merak – lokasi : desa sumberbening kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai selok – lokasi : desa sumberbening kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai sugu – lokasi : desa bandungrejo kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai mbehi – lokasi : desa sumberbening kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai rante wulung – lokasi : desa bandungrejo kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai jemblung – lokasi : desa bandungrejo kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai jago kereng – lokasi : desa bandungrejo kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai pring jowo – lokasi : desa bandungrejo kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai sondek – lokasi : desa bandungrejo kecamatan bantur, kabupaten malang, pantai ungapan – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai bajul mati – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai jolangkung – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang.

Pantai parang dowo / pantai paranglot – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai telok / ngelengguk – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai kajaran – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai watu lepek – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai batu bengkung – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai wedi klopo – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai ngopet – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai pasang – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai karang tengkorak – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai karang bolong – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai pawonan / heaven land – lokasi : desa gajahrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai ngudel – lokasi : desa sindurejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai kuncaran – lokasi : desa sindurejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai ngandol – lokasi : desa sindurejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai nganteb – lokasi : dusun sukorejo, desa tumpakrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai taman ayu – lokasi : dusun sukorejo, desa tumpakrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai wonogoro – lokasi : dusun sukorejo, desa tulungrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai pesanggrahan – lokasi : dusun sukorejo, desa tulungrejo, kecamatan gedangan, kabupaten malang, pantai licin – lokasi : dusun licin, desa lebakharjo, kecamatan ampelgading kabupaten malang.

Dari gambaran tempat wisata yang ada di Kota Malang, Kabupeten Malang dan Kota Batu masih banyak lagi tempat wisata yang ada di Malang dan sekitarnya, selamat menikmati liburan bersama keluarga di Kota Malang.

Minggu, 30 Juni 2019

Peningkatan Manfaat Kawasan Ekowisata

Pengelolaan kawasan ekowisata secara baik dapat mendatangkan banyak peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peluang ini dpata dinikmati apabila pengelola kawasan ekowisata dapat: (1) memanfaatkan dengan baik segmen pasar ekowisata; (2) memanfaatkan potensi manfaat ekowisata; dan (3) meningkatkan peluang ekonomi.

Segmen pasar ekowisata
Daerah pesisir dan lau yang dikembangkan menjadi kawasan ekowisata banyak menarik minat para wisatawan dari berbagai macam kalangan, sehingga menciptakan banyak segmen pasar. Segmen pasar ekowisata yang beragam harus dimanfaatkan oleh pengelola kawasan ekowisata melalui pengembangan dan diversifikasi target pasar, serta kerja sama dengan pihak lain, baik dalam hal pemasaran maupun dalam hal peningkatan daya tarik objek wisata dan pelayanan para wisataan.

Potensi manfaat ekowisata
Potensi manfaat kawasan ekowisata dapat berupa: (1) meningkatkan peluang ekonomi; (2) perlindungan sumberdaya alam dan nilai budaya; dan peningkatan kualitas hidup

Daftar Pustaka
Prof. Dr. Ir. H. Ambo Tuwo, DEA. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut . (Sidoarjo: Brillian Internasional. 2011) hal 336

Dampak positif dari Ekowisata

Dampak positif dari Ekowisata :
a.    Peningkatan penghasilan dan devisa negara.
b.    Tersedianya kesempatan kerja baru.
c.    Berkembangnya usaha-usaha baru.
d.    Meningkatnya kesadaran masyarakat dan isatawan tentang pentingnya konservasi sumber daya alam.
e.    Peningkatan partisipasi masyarakat.
f.    Meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.
 
Pengembangan Ekowisata Pesisir dan Laut bertujuan untuk meningkatkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi wilayah pesisir dan laut secara berkelanjutan. Saat ini, potensi wilayah pesisir dan laut masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini antara lain disebabkan oleh relatif masih rendahnya kualitas sumber daya manusia dan lemahnya kondisi sosial-ekonomi masyarakat pesisir (Budiharsono, 2011).

Kondisi sosial-ekonomi masyarakat pesisir saat ini masih didominasi oleh kegiatan penangkapan ikan, sedangkan kegiatan ekonomi lainnya, seperti ekowisata pesisir dan laut belum berkembang dengan baik. Selain itu, kegiatan penangkapan ikan masih dilakukan dalam skala kecil, dengan produksi yang belum memadai di satu sisi, dan biaya produksi atau operasional yang tinggi di sisi lain. Semua hal ini menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.
 
Ciri kondisi sosial-ekonomi masyarakat pesisir, Kemiskinan adalah ciri yang sangat menonjol dari kehidupan masyarakat pesisir di Indonesia, khususnya nelayan. Secara umum nelayan lebih miskin dibanding petani. Hal ini terutama disebabkan oleh : (1) tantangan alam yang dihadapi nelayan sangat berat, termasuk faktor musim; (2) pola kerja yang homogen dan bergantung hanya pada satu sumber penghasilan; (3) Keterbatasan penguasaan modal, perahu, dan alat tangkap; (4) Keadaan pemukiman dan perumahan yang tidak memadai; (5) Karakteristik sosial-ekonomi belum mengarah pada sektor jasa lingkungan (Rahardjo, 1999).
 
Menurut Nikijuluw (2003), yang dimaksud masyarakat pesisir adalah kelompok orang yang tinggal di daerah pesisir dan sumber kehidupan perekonomiannnya bergantung secara langsung pada pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir; mereka terdiri dari nelayan pemilik, buruh nelayan, pembudidaya ikan dan organisme laut lainnya, pedagang ikan, pengolah ikan, pemasok faktor sarana produksi perikanan. Dalam bidang nonperikanan, masyarakat pesisir bisa terdiri dari penjual jasa pariwisata, penjual jasa transpotasi, serta kelompok lainnya yang memanfaatkan sumberdaya nonhayati laut dan pesisir untuk menyokong kehidupannya.
Kekurangberdayaan masyarakat pesisir antara lain disebabkan oleh keterbatasan mereka dalam penguasaan ilmu, teknologi, modal dan kelembagaan usaha. Selama ini dikenal lima pendekatan yang dapat dilakukan untuk memberdayakan masyarakat pesisir, yaitu:
a.    Penciptaan lapangan kerja alternatif sebagai sumber pendapatan lain bagi keluarga
b.    Mendekatkan masyarakat dengan sumber modal dengan penekanan pada penciptaan mekanisme mendanai diri sendiri
c.    Mendekatkan masyarakat dengan sumber teknologi baru yang lebih berhasil dan berdaya guna
d.    Mendekatkan masyarakat dengan pasar
e.    Membangun solidaritas serta aksi kolektif di tengah masyarakat (Nikijuluw, 2003)

Daftar Pustaka :
Prof. Dr. Ir. H. Ambo Tuwo, DEA. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut . (Sidoarjo: Brillian Internasional. 2011) hal 132
Budiharsono, 2011
Rahardjo, 1999
Nikijuluw, 2003

Strategi Pengembangan Pariwisata

Promosi digencarkan. Promosi pariwisata menjadi salah satu kunci penting untuk keberhasilan upaya meningkatkan angka kun¬jungan turis di suatu objek wisata. Melalui promosi, wisatawan akan mengeta¬hui bahwa ada lokasi yang menarik untuk disinggahi. Dengan promosi, potensi yang dimiliki suatu tempat tujuan wisata dapat diketahui masya¬rakat dan dapat menggenjot pembangunan sektor pari¬wisata di suatu daerah. promosi pariwisata perlu terobosan. Promosi bisa dilakukan lewat internet atau media sosial (Medsos), yang dikenal istilah komunikasi atau promosi digi¬tal. Pada era digital, promosi pariwisata memang tidak cu¬kup hanya dilakukan melalui media konvensional. Media konvensional, se¬perti baliho, billboard, brosur, leaflet, iklan di media ini masih dibutuhkan, namun promosi model lain harus digencarkan. Perlu ada terobos¬an untuk promosi potensi pari¬wisata dengan memanfaatkan berbagai aplikasi(Website, Twitter, Instagram, Facebook, YouTube, Line, Path, dan berbagai aplikasi medsos lain) bisa dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola objek wisata. Media digital relatif lebih murah, namun bersifat masif. Medsos juga sangat menarik dan interaktif.

Meningkatkan Sumber Daya Manusia. Peran SDM sebagai pekerja dapat berupa SDM di lembaga pemerintah, SDM yang bertindak sebagai pengusaha (wirausaha) yang berperan dalam menentukan kepuasan dan kualitas para pekerja, para pakar dan profesional yang turut berperan dalam mengamati, mengendalikan dan meningkatkan kualitas kepariwisataan serta yang tidak kalah pentingnya masyarakat di sekitar kawasan wisata yang bukan termasuk ke dalam kategori di atas, namun turut menentukan kenyamanan, kepuasan para wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. SDM pariwisata harus meningkatkan penguasaan bahasa asing terutama Inggris, teknologi informasi (IT), maupun manajerial melalui pendidikan dan pelatihan.

Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar siap untuk berperan sebagai tuan rumah dan memahami, mampu serta bersedia untuk mewujudkan Sapta Pesona di lingkungannya yang meliputi unsur-unsur : Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan. Makna yang terkandung dalam konsep Sadar Wisata adalah dukungan dan pertisipasi seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah. Konsep tersebut telah menempatkan posisi dan peran penting masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan baik sebagai tuan rumah (untuk menciptakan lingkungan dan suasana yang mendukung di wilayahnya) maupun sebagai wisatawan (untuk menggerakkan aktifitas kepariwisataan di seluruh wilayah tanah air, mengenali dan mencintai tanah air).

Masalah Pengembangan Wisata

Masalah Publisitas, Kemampuan untuk promosi di luar negeri dirasakan masih lemah sehingga produk pariwisata Indonesia di luar negeri belum cukup dikenal.

Masalah Sumber Daya Manusia, Sumber daya manusia adalah salah satu modal dasar dalam pengembangan pariwisata. Sumber daya manusia ini harus memiliki keahlian dan keterampilan yang diperlukan dalam upaya peningkatan mutu jasa pelayanan pariwisata. Sekarang ini belum memadainya secara kualitatif dan kuantitatif tenaga-tenaga profesional. Dalam hal ini, kemampuan lembaga pendidikan dan latihan bidang pariwisata yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta belum dapat memenuhi kebutuhan.

Masalah Pengembangan Prasarana Pariwisata. Apabila kita amati secara saksama, kiprah usaha kepariwisataan khususnya usaha perhotelan selama ini telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, bahkan peningkatan yang cukup dramatis ini terjadi di Bali dan Jakarta. Peningkatan ini jelas harus kita sambut dengan gembira mengingat hotel adalah sarana pariwisata yang utama dalam usaha pengembangan pariwisata, namun demikian harus tetap waspada. Dalam arti jangan sampai investasi yang cukup besar ini mubazir di kemudian hari. Dalam hal ini dukungan adanya prasarana yang menunjang sarana pariwisata sangat dibutuhkan, antara lain infrastruktur perhubungan darat, perhubungan udara, perhubungan laut telekomunikasi dan sarana pendukung lainnya. Kita semua tahu, bahwa untuk menyediakan prasarana pendukung pariwisata khususnya yang bertaraf internasional cukup berat dalam arti tidak semudah seperti membangun hotel atau pengadaan kendaraan. Kesemuanya memerlukan biaya yang tidak kecil maupun waktu yang cukup lama.

Masalah Ekologis/Lingkungan. Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata otomatis meningkatkan kebutuhan bahan  seperti batu kali, kerikil pasir dan alami. pengangkutan dari lain-lain selanjutnya proses Kesemuanya sumber bahan didapat ke lokasi bangunan itu, jelas membawa pengaruh terhadap lingkunganan peningkatan sarana pariwisata, khususnya akomodasi mengakibatkan meningkatnya limbah.

Pengaruh Kepariwisataan terhadap Perekonomian

Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembanagn dan pemanfaatan sumberdaya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi. Perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang akan menimbulkan produksi barang dan jasa. Selanjutnya wisatawan secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan bahan untuk berproduksi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan jasa tersebut. Dalam memenuhi permintaan wisatawan diperlukan investasi di bidang transportasi dan komunikasi. 

Pembangunan sektor pariwisata merupakan salah satu program andalan pemerintah Indonesia yang memiliki prospek dan peranan penting dalam meningkatkan lapangan pekerjaan dan menambah devisa negara. Pengembangan pariwisata tidak lepas dari unsur fisik maupun non fisik (sosial, budaya, dan ekonomi), maka dari itu perlu diperhatikan peranan unsur tersebut. Faktor geografi merupakan faktor yang penting untuk pertimbangan dalam pengembangan pariwisata. Perubahan iklim merupakan salah satu faktor yang mampu menumbuhkan serta menimbulkan variasi lingkungan alam dan budaya, sehingga dalam mengembangkan kepariwisataan karakteristik fisik dan nonfisik suatu wilayah perlu diketahui. 

Suatu negara yang mengembangkan pariwisata sebagai suati industri di negaranya, maka lalu lintas orang-orang (wisatawan) tersebut ternyata memberi keuntungan dan memberi hasil yang bukan sedikit dan bahkan memberikan pendapatan (income) utama, melebihi ekspor bahan-bahan mentah, hasil tambang yang dihasilkan negara tersebut. 

Sebagai akibat lebih jauh, dengan adanya lalu – lintas orang-orang yang melakukan perjalanan wisata tadi, ternyata memberi dampak terhadap perekonomian di negara yang dikunjungi. Dampak yang dimaksudkan antara lain adalah:
a.    Memberikan kesempatan kerja atau dapat memperkecil pengangguran
b.    Peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah
c.    Meningkatkan pendapatan nasional (national income )
d.    Memperkuat posisi neraca pembayaran (net balance payment)
e.    Memberikan efek multiplier dalam pereknomian setempat.
 
Jadi, tujuan utama mengembangkan industri pariwisata pada suatu negara, adalah untuk menggali dan meningkatkan nilai-nilai ekonomi sebagai akibat adanya orang-orang melakukan perjalanan wisata di negara tersebut.

Kawasan pariwisata memerlukan dukungan keuangan yang besar. Oleh karen itu, pengelola kawasan pariwisata harus mampu mengelola dengan baik sumber-sumber keuangannya. Sumber keuangan dari suatu kawasan pariwisata dapat berasal dari pemerintah dan swasta.
    
Bagi Indonesia, sektor pariwisata semakin berperan dalam menggerakkkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Itulah sebabnya pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor prioritas dalam pembangunan. Sebagai sektor ekonomi, pariwisata memiliki potensi dan keunggulan antara lain:

1) Memberikan sumbangan terhadap penerimaan devisa yang sangat diperlukan untuk membiayai pembangunan nasional, meringankan beban utang negara dan memelihara nilai mata uang rupiah terhadap mata uang asing.
2) Penciptaan lapangan pekerjaan tidak hanya terbatas di kota tetapi justru menyebar ke pedesaan.
3) Memperluas kesempatan berusaha di sektor formal dan informal, usaha besar, menengah, kecil dan koperasi.
4) Peningkatan pendapatan pemerintah pusat dan daerah melalui berbagai pajak dan retribusi.
5) Peningkatan pendapatan masyarakat
6)Pemerataan, pembangunan dan mengurangi ketmpangan pembangunan baik secara struktural, spasial dan sektoral.
    
Untuk menjamin ketersediaan dan pengelolaan kawasan pariwisata, maka pengelola harus mampu mendapatkan dukungan keuangan dari pemerintah dan swasta. Hal ini penting mengingat semua jenis pengelolaan membutuhkan biaya. Sumber atau bantuan keuangan dari pemerintah biasanya berupa dana: (1) perlindungan lingkungan; (2) pengembangan infrastruktur jalan; (3) perlindungan keamanan dan penegakan hukum (4) monitoring dan evaluasi dampak dan kualitas (5) penentuan penelitian dan pengembangan; (6) pengembangan pusat informasi dan layanan pengunjung; dan (7) penyelesaian masalah
    
Sumber keuangan dari sektor swasta umumnya merupakan hasil usaha terkait dengan layanan jasa dan barang; seperti (1) akomodasi dan makanan; (2) transportasi bus dan mobil; (3) informasi berupa panduan dan iklan; (4) situs promosi dan produk iklan; (5) produk pakaian, souvenir, dan peralatan; dan (6) jasa hiburan.

Daftar Pustaka :
Muljadi A.J. Kepariwisataan dan Perjalanan. (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. 2009)  hal 110, 112