Seminar Nasional Pasar Modal Syariah

Pemberian Cindramata Kepada Narasumber dari MUI Malang Bapak Drs. KH. Chamzawi M.HI.

Kuliah Tamu Manajemen

Bersama pimpinan manajemen dan pemateri kuliah tamu dengan tema menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif dan mandiri.

Ekonomi Kreatif

Narasumber dalam rangka Turba PCNU Kota Malang Tematik terkait ekonomi kreatif di MWC NU Lowokwaru Ranting Dinoyo

Seminar Nasional

Narasumber Seminar Nasional Economic Outlook, Prospects And Future Of The Indonesian Economy,(Bersama Ketua Komisi C DPRD tk 1 Jatim)di FE UNUSIDA Sidoarjo.

Penyuluhan UMKM

Narasumber Penyuluhan terkait administrasi sederhana UMKM di Desa Sutojayan Kabupaten Malang.

Sabtu, 16 Februari 2019

Modernisasi Yang Semakin Tinggi

Waktu yang terus berjalan dan berputar membawa kondisi yang memaksakan untuk menjadi modern, Perkembangan teknologi yang semakin canggih membawa pola pikir yang dituntut untuk mengikuti atau tertinggal.

Transportasipun sudah online, Makan juga Online, Beli Baju Online, Beli Tahu Online, Begitu Beli Tempe juga Online, Pasarpun Online, Komunikasipun Online. Apakah Nantinya akan sepi yang tidak online? Saya meyakini tidak sepi akan tetapi ramai, kenapa? karena setiap individu memiliki cara masing-masing atau kesukaan masing-masing, dan itu akan menuntut untuk berfikir mengenai cara, apakah juga harus mengikuti online atau tidak? tentunya ya..., ini berarti semakin berkembang, yang awalnya menggunakan cara tradisional kemudian ditambahkan dengan cara modern seperti online artinya memiliki 2 cara tanpa menghilangkan yang tradisional, Kirim suratpun begitu dulu digunakan dengan cara hard sampai dengan email yang bisa dikirimkan lebih cepat tetapi hard atau berupa berkas juga tetap terkirim walaupun lebih lambat datangnya.

Perkembangan Medsos juga semakin marak itupun potensi untuk mempermudah informasi informasi tersampaikan dengan cepat dan mudah, akan tetapi kita juga harus mampu memilah atau memfilter mana yang valid atau tidak bukan berarti kita terima mentah mentah sehingga ada informasi yang salah atau tidak sesuai, artinya kita juga harus pandai dan cerdas dalam memahami kondisi tersebut.

Dalam semua aspek perkembangan tersebut kita bisa manfaatkan dan gunakan sebaik mungkin apabila kita mengerti cara atau penggunaannya.

Semoga kita bisa menggunakan kemajuan teknologi dengan sebaik mungkin dan tidak merugikan yang lain.

Salam Sukses.
Semoga Bermanfaat
Wallahu A'lam Bishowab
Muh. Nanang Choiruddin

Berdiskusi bukan Berarti tidak Berdebat

Berdiskusi itu perlu dan harus selalu ada karena itu akan membawa kita semua untuk berfikir lebih inovatif, berfikir kritis dan mencoba untuk mengeluarkan ide atau gagasan yang konstruktif atau membangun, dalam diskusi bisa jadi ada pendapat yang setuju atau tidak setuju begitu pro ataupun kontra dan itu justru yang perlu ada, karena setiap pendapat ataupun ide itu biasanya keluar dari pengalaman atau cara pandang setiap individu mungkin bisa juga karena intuisi intuisi yang muncul karena sebuah  kebiasaan atau lainnya.

Dalam hal ini jika kita betemu 2 orang maka akan memunculkan 2 ide atau gagasan mungkin sama atau mungkin berbeda, dan sudah pasti jika ada 10 orang maka itu juga akan betpotensi memunculkan 10 ide atau gagasan yang memiliki nuansa warna yang saya kira menarik untuk diambil benang merah atau keputusan yang bijak. Apalagi 100 orang atau mungkin 1000 orang pastilah akan juga memunculkan potensi sebanyak itu dan saya kira itu bisa dijadikan acuan atau salah satu cara untuk memperkaya informasi, bahwa setiap individu memiliki pengalaman dan sudut pandang yang berbeda.

Kemudian bagaimana meramu semua ide yang ada? ya itulah yang harus dilakukan menjadikan satu atau beberapa poin penting yang harus diambil, yaitu keputusan atau kesimpulan dari semua ide atau gagasan yang bisa disimpulkan sebijak mungkin dan tetap saling menghargai satu sama lain. Ayo selalu berdiskusi, kita semua punya ide yang berbeda atau sama dan mari kita satukan banyak ide sehingga menjadikan warna atau nuansa yang harmonis dan penuh dengan kekeluargaan.

Salam Beda Pendapat, Salam sukses
Semoga Bermanfaat Amiin
Wallahu A'lam Bishowab.
Muh. Nanang Choiruddin

Analisalah Sebelum Mengambil Suatu Keputusan.

Dalam prespektif akademisi kita selalu dituntut untuk mengambil sikap kritis dalam menganalisa atau menganalisis segala sesuatu yang berkaitan dengan berbagai hal, dari berbagai ilmu pengetahuan. Disitulah nalar berfikir kita akan berupaya untuk mengkombinasikan antara kondisi riil atau nyata yang dikaitkan dengan teori praktis yang muncul dari berbagai pengamatan-pengamatan ilmiah yang terdahulu atau yang pernah diteliti sehingga menghasilkan sebuah teori.

Dalam berbagai aspek kitapun perlu ada sedikit analisis walaupun tidak mendalam, karena dengan analisa kita bisa mengukur walaupun hanya sebuah dugaan yang mungkin benar atau mungkin salah. Apalagi mengalisa secara mendalam, pastinya bisa memaksimalkan hasil keputusan yang akan diambil. Entah melakukan pengambilan keputusan dalam hal berbisnis atau pengaturan atau pengelolaan sebuah organisasi atau perusahaan atau lembaga, karena semua berhadapan langsung dengan banyak orang.

Dalam dunia Investasipun orang sebelum mengambil keputusan berinvestasi diapun harus memahami berbagai macam karakter perusahaan yang memiliki prospek peluang jangka panjang, bagaimana eksternal perusahaannya, internal perusahaan atau fundamental perusahaan itu sendiri yang perlu kita analisa, karena banyak sektor yang dihadapi entah itu sektor pertanian dan perkebunan, pertambangan, keuangan, konsumsi, manufaktur atau lainnya. Oleh karena itu analisa memang perlu dilakukan sebelum mengambil keputusan.

Dalam Hal ini analisa dilakukan guna mengantisipasi atau menjadi strategi untuk meminimalisir resiko yang akan dihadapi nanti, paling tidak memahami dampak positif (dalam ekonomi mungkin bisa disebut dengan profit atau keuntungan) begitu juga dampak negatif (konteks ekonomi bisa disebut resiko dalam hal ini kerugian).

Oleh karena itu kita juga perlu memahami strategi dalam meminimalisir resiko itu sendiri yakni dengan menggunakan konsep portofolio artinya kita perlu memiliki lebih dari satu, mungkin bisa digambarkan bahwa taruhlah sesuatu lebih dari satu tempat, karena apabila ada 1 yang mengalami resiko maka yang lainnya masih bisa menutupi resiko yang dihadapi lainnya sehingga mampu menyetabilkan kondisi, kalau dalam dunia bisnis mungkin keuntungan yang satu bisa menutupi kerugian lainnya sehingga yang lainnya juga masih mampu untuk bertahan dan tetap dilakukan evaluasi.

Maka Analisalah terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan dalam semua hal.
Semangat Malam Salam Sukses.

Semoga Bermanfaat.
Wallahu A'lam Bishowab.
Muh. Nanang Choiruddin

Membangun atau mengkonstruksi yang konstruktif

Pada dasarnya kita semua ini sedang membangun atau mengkonstruk apa yang sedang dilakukan, dari berbagai aspek kita membangun termasuk kita sendiri.

Dalam hal konstruksi sebuah bangunan perlu adanya pondasi yang kokoh artinya memiliki bahan yang berkualitas tinggi, berkomposisi sesuai standart yang ada artinya perlu hitungan yang matang, sehingga menghasilkan akar yang kuat dan tak rapuh.
 
Begitu juga apa yang kita kerjakan bagaimana kita membangun mulai dari akar atau pondasi itu dengan kualitas dan komposisi yang memadai sesuai standar artinya kita harus berupaya semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita untuk memberikan value atau nilai yang memiliki guna dan manfaat bagi yang lain minimal diri anda sendiri.

Pondasi yang kuat artinya mungkin prinsip yang dipegang teguh yang harus melekat pada diri kita, sehingga tidak mudah tergoyahkan atau terpengaruh. Dalam hal ini pengaruh-pengaruh yang kian lama semakin banyak dan sangat kuat, mulai pengaruh positif sampai dengan pengaruh negatif, maka dengan prinsip yang kita miliki kita harus mampu untuk memfilter atau menyaring mana yang harus dipahami, mana yang harus diikuti, mana yang cukup tahu saja, atau mana yang tidak diikuti.

Kalau kita berfikir kita sebagai pegawai maka bangun dengan kualitas mengenai pekerjaan yang harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan penyelesaian yang sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Kalau kita sebagai orang yang sedang belajar maka kita harus membangun dengan cara bagaimana kita bisa memahami suatu konsep atau teori mungkin dengan cara memperkaya literatur atau buku tentunya untuk dibaca dan dipahami, atau dengan cara mendiskusikannya, yang nantinya akan diaplikasikan di sekitar kita. Kalau kita sebagai pembisnis maka bangunlah dengan kemampuan sebaik mungkin dalam hal membangun relasi dalam hal ini mungkin konsumen yang nantinya akan kita hadapi, sehingga kita berupaya untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin dari semua segi mungkin bisa jadi memberikan kualitas yang terbaik, harga yang memadahi sesuai kualitas, atau respon yang cepat terhadap konsumen.

Kondisi yang ada sekarang adalah hasil konstruksi yang sudah dibangun sebelumnya dari pondasi melalui proses yang panjang sesuai dengan upaya masing-masing individu, mungkin bisa dikatakan adalah jerih payahnya atau jatuh bangunnya anda dalam berpegang teguh pada prinsip konstruksi yang konstruktif pada diri anda sendiri.

Jika anda bekerja dengan sungguh-sungguh maka hasil kinerja anda pastinya akan bernilai positif atau mungkin maksimal artinya berkualitas.
 
Jika anda belajar sunguh-sungguh maka hasil kualitas pengetahuan anda juga mungkin akan maksimal atau nilai anda juga mungkin maksimal.
 
Jika anda memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan dalam dunia bisnis maka mungkin semakin loyal konsumen terhadap anda, dan itu bisa menjadikan bisnis anda meningkat.

Semua tidak lepas dari seberapa jauh kita berupaya dan seberapa maksimal kita berusaha serta berdo'a. Salam Sukses, semoga kita semua selalu diberikan ketetapan Iman Islam Amiinn.
 
Semoga Bermanfaat Amiin
Wallahu A'lam Bishowab 
Muh. Nanang Choiruddin

EKONOMI KERAKYATAN

Ekonomi kerakyatan adalah system perekonomian yang di bangun dengan kekuatan dari ekonomi rakyat. Ekonomi kerakyatan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang bisa memberikan suatu kesempatan bagi masyarakat lain untuk bisa berpartisipasi sehingga perekonomian tersebut bisa terlaksana dan dapat berkembang dengan baik. Sistem ekonomi kerakyatan berlaku di Indonesia sejak terjadinya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998. Pemerintah bertekad melaksanakan sebuah sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia yaitu sistem ekonomi kerakyatan. 

Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat memegang aktif dalam sebuah kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. 

Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya. 

Dasar-dasar Sistem Ekonomi Kerakyatan: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan; Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara; Bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pasal 33 UUD 1945.

Azas kekeluargaan itu ialah koperasi. Azas kekeluargaan itu adalah istilah dari Taman Siswa, untuk menunjukkan bagaimana guru dan murid-murid yang tinggal padanya hidup sebagai suatu keluarga. Itu pulalah hendaknya corak koperasi Indonesia. Hatta, 1977. 

Dikuasai oleh Negara, Pengertian “dikuasai oleh negara” haruslah diartikan mencakup makna penguasaan oleh negara dalam arti luas yang bersumber dan diturunkan dari konsepsi kedaulatan rakyat Indonesia atas segala sumber kekayaan “bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya”, termasuk pula di dalamnya pengertian kepemilikan publik oleh kolektivitas rakyat atas sumber-sumber kekayaan dimaksud. 

Rakyat secara kolektif itu dikonstruksikan oleh UUD 1945  memberikan mandat kepada negara untuk mengadakan kebijakan (beleid) dan tindakan pengurusan (bestuursdaad), pengaturan (regelendaad), pengelolaan (beheersdaad), dan pengawasan (toezichthoudensdaad) untuk tujuan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Substansi Sistem Ekonomi Kerakyatan, Berdasarkan bunyi kalimat pertama penjelasan Pasal 33 UUD 1945, dapat dirumuskan perihal substansi ekonomi kerakyatan dalam garis besarnya mencakup tiga hal sebagai berikut. Partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam proses pembentukan produksi nasional. Partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam proses pembentukan produksi nasional menempati kedudukan yang sangat penting dalam sistem ekonomi kerakyatan. Hal itu tidak hanya penting untuk menjamin pendayagunaan seluruh potensi sumberdaya nasional, tetapi juga penting sebagai dasar untuk memastikan keikutsertaan seluruh anggota masyarakat turut menikmati hasil produksi nasional tersebut. Hal ini sejalan dengan bunyi Pasal 27 UUD 1945 yang menyatakan, “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian.”

Partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam turut menikmati hasil produksi nasional, artinya, dalam rangka ekonomi kerakyatan, harus ada jaminan bahwa setiap anggota masyarakat turut menikmati hasil produksi nasional, termasuk para fakir miskin dan anak-anak terlantar. Hal itu antara lain dipertegas oleh Pasal 34 UUD 1945 yang menyatakan, “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.” Dengan kata lain, dalam rangka ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi, negara wajib menyelenggarakan sistem jaminan sosial bagi fakir miskin dan anak-anak terlantar di Indonesia. Kegiatan pembentukan produksi dan pembagian hasil produksi nasional itu harus berlangsung di bawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Artinya, dalam rangka ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi, anggota masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek kegiatan ekonomi. 

Setiap anggota masyarakat harus diupayakan agar menjadi subjek kegiatan ekonomi. Dengan demikian, walau pun kegiatan pembentukan produksi nasional dapat dilakukan oleh para pemodal asing, tetapi penyelenggaraan kegiatan-kegiatan itu harus tetap berada di bawah pimpinan dan pengawasan anggota-anggota masyarakat. Unsur ekonomi kerakyatan yang ketiga ini mendasari perlunya partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam turut memiliki modal atau faktor-faktor produksi nasional. Modal dalam hal ini tidak hanya terbatas dalam bentuk modal material (material capital), tetapi mencakup pula modal intelektual (intelectual capital) dan modal institusional (institusional capital). Sebagai konsekuensi logis dari unsur ekonomi kerakyatan yang ketiga itu, negara wajib untuk secara terus menerus mengupayakan terjadinya peningkatkan kepemilikan ketiga jenis modal tersebut secara relatif merata di tengah-tengah masyarakat.

Peran Negara Dalam Sistem Ekonomi Kerakyatan antara lain : Menyusun perekonomian berdasarkas azas kepemilikan bersama (kolektivisme), dengan menjadikan koperasi sebagai model makro dan mikro perekonomian Indonesia; Menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, dan mengembangkan BUMN sebagai motor penggerak roda perekonomian nasional; Menguasai dan memastikan pemanfaatan bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; Memenuhi hak setiap warga negara untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; Memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. 

Tujuan ekonomi kerakyatan antara lain Bertujuan membangun Negara yang berdedikasi dengan ekonomi yang berdaulat secara politik dan juga mempunyai suatu kepribadian yang berbudaya. Bertujuan untuk mendorong pendapatan masyarakat supaya merata. Untuk bisa mendorong suatu pertumbuhan ekonomi yang saling berkesinambungan. Bertujuan untuk meningkatkan suatu efisiensi perekonomian nasional.

Sedangkan Ciri-ciri  ekonomi kerakyatan meliputi : Bertumpu pada sebuah mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat. Memerhatikan suatu pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup. Mampu mewujudkan suatu pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja. Adanya suatu perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.

Adapun kelebihan ekonomi kerakyatan yakni: Rakyat yang kurang mampu bisa mendapatkan suatu perlakuan hukum yang sama atau secara adil dalam masalah perekonomian. Dapat memberikan perhatian yang lebih pada rakyat kecil melalui berbagai macam program operasional yang nyata. Sistem ekonomi ini bisa mewujudkan kedaulatan rakyat. Dapat merangsang suatu kegiatan ekonomi yang lebih produktif di tingkat rakyat sekaligus bisa melahirkan jiwa kewirausahaan. Transaksi antara produksi, distribusi dan konsumsi sangat baik. Hubungan antara produksi, distribusi dan juga konsumsi akan saling membutuhkan dan sangat baik.

Sedangan Kekurangan ekonomi kerakyatan meliputi :  Dalam ekonomi ini akan terjadi praktek membagi-bagi uang kepada rakyat, peraktek ini sangat tidak menguntungkan bagi pihak manapun, termasuk rakyat itu sendiri. Aksi membagi-bagi uang ini secara tidak sadar bisa mengakibatkan usaha mikro atau kecil dan menengah serta koperasi yang selama ini tidak berdaya bisa bersaing dalam suatu mekanisme pasar, bias menjadi sangat bergantung pada aksi tersebut. Masih kurangnya pengetahuan rakyat mengenai Investasi, akibatnya bisa mengakibatkan kemiskinan terlalu lama atau perputaran roda yang lambat. Kurangnya suatu penerapan dari manajemen. Tidak adanya dukungan yang optimal dari pemerintah, walaupun peran pemerintah sangat penting tapi tidak dominan. Harus di awasi, bila tidak diawasi dengan baik akan banyak koruptor.

Semoga Bermanfaat Amiin
Wallahu A'lam Bishowab.

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL (Industri Kerajinan Batik Banyuwangi)

Melihat Evolusi Ekonomi yang terus mengalami perkembangan dimana mulai dari pertanian kemudian berkembang menjadi industry kemudian berkembang ke arah teknologi informasi dan mengarah  ekonomi kreatif yang berkembang di setiap daerah yang ada di seluruh Indonesia.

Dilihat dari perkembangan mengenai Konstribusi Subsektor Ekonomi Kreatif Terhadap PDB dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan PDB tahun 2010 menunjukkan angka 525.96 triliun danterus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hingga pada tahun 2016 menunjukkan angka sebesar 922.59 triliyun, kalau dilihat dari peningkatan tenaga kerja menunjukkan angka sebesar 11.49 % dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hingga pada tahun 2016 menunjukkan peningkatan hingga mencapai 11.49%. Ini artinya bahwa kontribusi di subsector ekonomi kreatif terhadap PDB terus mengalami peningkatan dan semakin menjadi penting untuk perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia.

Dari 16 subsektor ekonomi kreatif, Banyuwangi fokus pada tujuh subsektor, yaitu fashion, kriya, seni rupa, seni pertunjukan, kuliner, musik, dan desain komunikasi visual. Salah satu yang menjadi konsen pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Banyuwangi adalah kerajinan batik Kabupaten Banyuwangi. Batik banyuwangi merupakan wujud estetika ragam hias khas banyuwangi. Motif khas tersebut tidak hanya bernilai estetika saja namun juga merupakan ragam nilai yang di anut oleh masyarakat Banyuwangi.

Gambaran Umum Kerajinan Batik Banyuwangi, Batik Banyuwangi mempunyai motif yang berbeda dengan batik-batik di wilayah lain, seperti Yogyakarta dan Solo misalnya. Namun, bila ditarik dari asal-usulnya, terciptanya batik Banyuwangi tidak lepas dari keberadaan Kesultanan Mataram-cikal bakal Yogyakarta dan Solo. Keberadaan batik Banyuwangi terus berkembang dan motifnya kian beragam. Hingga saat ini, sedikitnya ada 22 motif batik Banyuwangi yang tersimpan di Museum Budaya Banyuwangi, di antaranya: Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, Kopi Pecah, Sekar Jagad, Alas Kobong, Gedekan, Ukel, Moto Pitik, Sembruk Cacing, Blarak Semplah, Gringsing, Semanggian, Garuda, Cendrawasih, Latar Putih, Sisik Papak, Maspun, Galaran, Dilem Semplah, serta Joloan dan Kawung.

Aspek kreasi: Dari Aspek kreasi, industri kerajinan batik Banyuwangi terbilang unik, hal ini dikarenakan batik banyuwangi mempunyai identitas yang khas sehingga tidak dijumpai di daerah lain di Indonesia, disamping adanya keberagaman motif antar pengusaha batik sendiri. 5 motif yang paling popular yakni Gajah Oling, Sembruk Cacing, Kopi Pecah, Kangkung Setingkes dan Moto Pitik.

Aspek komersial: Satu hal yang menjadi kelemahan utama dari aspek/faktor komersialisasi ini adalah kurangnya media promosi yang dimiliki oleh setiap pengusaha/pengrajin. Sebagian ada yang memanfaatkan media sosial dan sebagian tidak. Adapun media yang digunakan adalah bersifat online (Facebook, Whatsapp, instagram dan website/blog) dan offline (berupa outlet dan media pameran).

Dalam strategi kita harus melihat bebarapa factor baik factor ekternal yang berasal dari luar yang meliputi peluang dan ancaman, begitu juga factor internal perusahaan yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan usaha atau produk yang ada dalam usaha tersebut.

Dimana bisa digambarkan beberapa peluang yang ada antara lain adalah Pasar bisnis yang sangat tinggi, Harga jual yang relatif murah, Produk merupakan khas Banyuwangi, Mempunyai Kekhasan yang berbeda dengan yang lainnya, komitmen Pemerintah yang baik, Masih sedikit kerajinan batik di jawa timur, Pangsa pasar yang masih terbuka.

Sedangkan Ancaman yang perlu diperhatikan dalam usaha ini antara lain adalah kompetisi yang tinggi dalam pengembangan kerajinan batik Ketidakpastian perolehan dana dari investor atau pemerintah, Karyawan yang pindah kerja, Turunnya daya beli masyarakat seiring dengan kenaikan harga beberapa kebutuhan bahan dasar, Tidak punya teknik pemasaran melalui internet, Persepsi terhadap harga, Teknologi Tradisional.

Terkait factor internal mengenai kekuatan yang perlu dan terus ditingkatkan antara lain: Menyediakan produk yang berkualitas, Mudah mencapai lokasi pengrajin, Memiliki Sumber Daya Manusia yang handal, Memiliki produk unggulan yang unik, Produk sudah dikenal masyarakat, Penggunaan teknologi yang terintegrasi, Banyak informan langsung karena kota wisata.

Selain melihat kekuatan dalam usaha ini juga harus memperhatikan Kelemahan antara lain: Belum adanya kerjasama dengan biro/agen perjalanan, kerajinan ini  belum dikenal pasar sehingga belum memiliki image yang baik, Belum adanya sistem manajerial yang visioner untuk mengembangkan obyek produk, Akses sempit dan macet, Ketergantungan pada konsumen, Input yang jauh/sulit didapat.

Sehingga perlu adanya strategi dalam terkait usaha antara lain meliputi : Melakukan strategi pemasaran yang agresif, Meningkatkan sistem teknologi dan  informasi yang terintegrasi untuk  memenangkan kompetisi bersaing,  Memaksimalkan kreatifitas melalui ke-khasan, Menjaga kualitas dan harga tetap seimbang agar tetap menjadi  pemimpin pasar.

Tiga peran penting juga diharapkan dalam perkembangan industry kreatif antara lain yaitu Peran pemerintah yang mana harus terus berupaya dalam membantu Promosi seperti melibatkan produk batik ke ajang festival seni baik lokal, maupun nasional. Mengadakan kegiatan Pelatihan. Kebijakan hari batik bagi instansi pemerintah dan pendidikan. Memperkenalkan batik Banyuwangi pada situs Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Memfasilitasi produk-produk UMKM termasuk produk batik yang diproduksi oleh pengrajin batik Banyuwangi melalui Klinik UMKM.

Selain peran pemerintah juga perlu adanya Peran Cendikiawan/akademisi, Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan beberapa pengrajin batik, peran akademisi belum berkonstribusi banyak terhadap pengrajin batik. Hal ini terungkap ketika wawancara dengan beberapa pengrajin yang mengatakan bahwa sumbangan penelitian dan pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi belum Nampak, ini semua disebabkan karena  produk batik adalah kreasi khusus yang tidak banyak yang tahu terkait dengan seni.

Peran pebisnis antara lain terkait kerjasama antar pengusaha batik dalam sebuah paguyuban dapat meminimalkan biaya, khususnya biaya input karena selama ini pada bahan produksi tertentu, inputnya berasal dari luar daerah banyuwangi. Saling memberikan informasi dan berkonstribusi bagi perekonomian banyuwangi baik dari segi backward maupun forward linkage.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pengembangan industri kreatif di Industri kerajinan batik Banyuwangi maka perlu kolaborasi antar aktor utama dengan starting point dari ketiga aktor utama ini adalah; Komitmen cendekiawan, bisnis dan pemerintah, koordinasi antara ketiga aktor secara berkesinambungan, serta mengupayakan sinergi untuk mengembangkan industri kreatif.

Industri kerajinan batik Banyuwangi merupakan salah satu unggulan industri kecil dan menengah di Kabupaten Banyuwangi, keberadaannya berkontribusi terhadap perekonomian Kabupaten banyuwangi, disamping mampu menyerap tenaga kerja sekitar tempat usaha. Oleh sebab itu, peningkatan peran pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap keberlangsungan usaha ini sangat diperlukan karena manfaatnya akan kembali pada pengusahanya, masyarakat dan pemerintah sendiri. Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh pengrajin batik diantaranya kurangnya modal, akses jalan menuju lokasi, promosi dan media promosi baik visual maupun online, pelatihan termasuk efisiensi biaya produksi dapat segera teratasi.

Semoga Bermanfaat Amiin.
Wallahu A'lam Bishowab.

Jurnal Terkait : http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tahdzib/article/view/3733/2804

Jumat, 15 Februari 2019

MEMBANGUN JIWA KEWIRAUSAHAAN

Write : Muh. Nanang Choiruddin

Di Indonesia jumlah minat wirausaha (Entrepreneur),  terus perlu didorong dan tingkatkan, karena prosentase wirausaha (Entrepreneur) masih terbilang sangat kecil, perlu adanya upaya dari semua pihak untuk mendorong minat dalam berwirausaha sejak dini, mungkin bisa dimulai dari siswa sekolah hingga perguruan tinggi, termasuk santri yang ada di pondok pesantren. Dalam hal ini perlu adanya edukasi terkait pentingnya berwirausaha terutama bagi kalangan muda yang memiliki semangat yang tinggi.

Setiap Individu yang ingin memulai bisnis / berwirausaha tentunya harus memiliki jiwa wirausaha (Entrepreneur), oleh karena itu perlu adanya edukasi yang melibatkan semua pihak terutama pengusaha lokal atau daerah termasuk akademisi maupun pemerintah yang mendorong masyarakat terutama pemuda atau pemudi untuk berwirausaha, seperti diadakannya edukasi dan pelatihan mengenai kewirausahaan.

Dalam hal ini berwirausaha tentunya harus memiliki beberapa hal antara lain yaitu : memiliki keberania dan kreatifitas yang inovatif artinya seorang wirausahawan harus berani dalam mengambil resiko yang dihadapi seperti halnya kegagalan yang akan dihadapi nantinya dan berani untuk bangkit kembali untuk berwirausaha, tentunya juga harus didasari oleh perencanaan yang matang dan baik, termasuk kreatifitas yang inovatif yang artinya pengusaha berani mencoba untuk mewujudkan kreatifitas, ide atau keinginan yang inovatif berupa produk atau jasa yang akan menjadi tujuan. Selain itu harus memiliki semangat yang tinggi dan kemauan keras, percaya diri, memiliki jiwa kepemimpinan, berorientasi ke masa depan, pantang menyerah dan jujur.

Mengapa kita perlu berwirausaha? Dengan berwirausaha kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, mampu menciptkan lapangan kerja baru minimal bermanfaat bagi dirinya sehingga dapat mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kreativitas produk dan jasa, meningkatkan inovasi produk dan jasa yang terus mengalami perkembangan, peningkatan kulitas kompetisi produk atau jasa, mengurangi ketidakpastian dan menenigkatkan kesejahteraan masyarakat.

Membangun jiwa kewirausahaan dimulai dari tekad yang kuat dari diri kita, anda bisa memulai dari bakat atau minat yang anda miliki, fokus dan konsisten terhadap apa yang anda kerjakan dalam berwirausaha, belajar dari para pengusaha-pengusaha sukses dan lakukan sekarang juga untuk memulainya. Memulai dari hal kecil yang anda bisa terlebih dahulu, karena dengan itu anda akan mengetahui persoalan atau hambatan dalam berwirausaha, kemudian mencoba untuk mencari solusi atau perbaikan yang akan dilakukan kedepannya.

Disekitar kita banyak peluang yang bisa kita ambil untuk dijadikan sebagai awal dari berwirausaha, artinya kita harus memiliki kepekaan, kreativitas, inovasi serta keberanian dalam mengambil resiko, karena setiap aspek kehidupan menimbulkan peluang yang akan dijadikan sebagai awal dalam melakukan aktivitas berwirausaha, termasuk adanya kebutuhan konsumsi masyarakat yang ada disekitar kita yang juga bisa dijadikan sebagai peluang untuk memulai berwirausaha. Segera anda lakukan dan kerjakan sekarang tunggu apa lagi.

Semoga  Bermanfaat Amiinn
Wallahu A'lam Bishawab